(26) Belajar dari Cobaan Hidup

Selasa, 8 September 2020

Bacaan :  Mazmur 119 : 65-80

Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu. (Mazmur 119:71)

Hal-hal sulit akan Anda jumpai dalam perjalanan hidup Anda. Terkadang, Anda sendirilah yang menimbulkan kesulitan tersebut, dan terkadang Allah membiarkan kesulitan tersebut menimpa Anda. Apa pun penyebabnya, Anda perlu belajar bertumbuh dari setiap kekecewaan dan sakit hati. Jangan sia-siakan masalah Anda. Jangan mengalami masalah tanpa mempelajari sesuatu darinya. Anda tidak ingin berulang-ulang mengalami rasa sakit, kegagalan dan kesedihan yang sama. Mintalah Allah membantu Anda belajar dari setiap kesulitan yang Anda temui.

Ayat hari ini mengatakan bahwa kesulitan hidup mengajarkan ketetapan-ketetapan Tuhan kepada kita. Secara harfiah, ketetapan adalah hukum Allah yang diukir pada loh-loh batu. Cobaan dan masalah Anda adalah alat yang dipakai Allah untuk mengukir hukum-hukumNya pada hati Anda.

Dalam Matius 5:17, Yesus berkata bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan hukum, melainkan untuk menggenapinya. Jika Anda mengijinkan Roh Kudus bekerja dalam diri Anda, kesulitan dan masalah Anda akan membuat hukum Allah yang sudah digenapi terukir secara permanen dalam hati Anda, yang memampukan Anda bertumbuh dalam hubungan Anda denganNya.

Kecenderungan alami Anda adalah meminta Allah membebaskan Anda dari segala sesuatu yang tidak nyaman. Sayangnya, satu-satunya cara Anda menjadi pemenang adalah dengan mengatasi masalah yang Anda miliki. Kapan pun Anda menghadapi masalah, cobaan atau aniaya, mintalah Tuhan menunjukkan rencanaNya di balik cobaan-cobaan yang diijinkanNya terjadi dalam hidup kita.

Mazmur 37:23 mengatakan kepada kita bahwa Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya. Bahkan, langkah-langkah Anda melalui jalan yang berbatu dan berlumpur telah ditetapkan oleh Tuhan yang begitu mengasihi Anda. Rencana Tuhan adalah Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi Anda. Mengetahui hal itu akan membantu Anda menaikkan pujian kepadaNya meskipun di tengah kesakitan yang luar biasa. Teruslah mengingatkan diri Anda bahwa satu-satunya maksud Allah dalam kesulitan Anda adalah memberikan pada Anda masa depan yang penuh harapan (Yer 29:11). Putuskan untuk memujiNya terus-menerus. Lengkapi kalimat-kalimat berikut:

Kesulitan yang baru saja berlalu menjadi sarana bagi saya untuk belajar sesuatu tentang Tuhan adalah 

_________________________________________________________________________________________________________________________________

Cobaan yang saya hadapi saat ini yang perlu saya jadikan sebagai sarana untuk belajar adalah 

_________________________________________________________________________________________________________________________________

Pelajaran paling penting yang saya pelajari dari kesulitan saya yang lalu adalah ___________________________________________________________________________________________________

Saat menghadapi cobaan dan kesulitan, bagaimana Anda meresponnya? Lingkari respon yang paling akurat menggambarkan Anda.

CEMAS

DEPRESI

BERSEMANGAT

SUKACITA

MEMUJI TUHAN

MENGELUH

KETAKUTAN

MERASA KALAH

BERKEMENANGAN

Jika Anda tidak menghadapi cobaan dengan kesediaan untuk belajar dan bertumbuh, cobaan-cobaan itu akan menghalangi pertumbuhan spiritual Anda dan menghambat kemampuan Anda untuk mempelajari prinsip-prinsip rohani Allah untuk mendewasakan Anda sebagai orang percaya.

Saat menghadapi cobaan, saya menyadari bahwa berulang-ulang memperkatakan kemenangan-kemenangan saya yang lalu merupakan salah satu cara memperkuat iman saya untuk bertahan menghadapi cobaan dan memberikan jaminan bahwa Allah pasti akan memberikan kemenangan sekali lagi kepada saya.

JANJI DIBERIKAN, BUKAN UNTUK MENGGANTIKAN, MELAINKAN UNTUK MERANGSANG DAN MEMOTIVASI DOA.

Matthew Henry

From “Give Me 40 Days” by Freeda Bowers

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top