Senin, 7 September 2020
Bacaan : Efesus 4 : 17-32
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. (Efesus 4:26-27)
Konflik adalah perjuangan mencapai kemenangan. Saat konflik atau pertengkaran muncul dalam hidup, fokus Anda bukan mengenai apakah Anda benar, tetapi bahwa Allah itu benar. TujuanNya harus selalu menjadi prioritas utama dalam hidup Anda.
Konflik terkadang tidak bisa dielakkan. Saat konflik muncul, tanganilah itu dengan segera. Yakobus 3:16 mengatakan bahwa konflik membuka peluang munculnya segala perbuatan jahat. Saat konflik muncul, jika mungkin, kembalilah ke akar konflik itu. Bagi saya, kepuasan kita akan bertambah jika kita bisa mengalahkan iblis di area tempat dia mengalahkan saya. Dia area itu, bertobatlah atas apa yang Anda lakukan yang menimbulkan konflik. Kemudian seperti yang kita bahas pada hari ke-12, nyatakanlah dengan mulut Anda bahwa tuaian perselisihan yang Anda tabur sudah mati.
Jika Anda secara konsiten menangani semua konflik yang terjadi dalam hidup Anda dengan cara ini, Anda akan mulai melihat damai sejahtera Tuhan yang melampaui semua pemahaman menjadi standar gaya hidup Anda.
Jangan biarkan konflik masuk ke dalam pernikahan, keluarga, rumah atau bisnis Anda. Alkitab berbicara tentang kemarahan ilahi yang ditujukan terhadap dosa, tetapi ayat hari ini mengacu pada kemarahan yang menimbulkan konflik, kepahitan, kebohongan, dan segala hal yang bermaksud menyakiti orang lain. Kemarahan apapun yang berlangsung sampai hari berikutnya itu menjadi dosa bagi Anda. Pepatah menyatakan bahwa Anda seharusnya “memilih pertempuran yang seharusnya Anda ikuti”. Banyak masalah kecil yang seharusnya tidak pernah diributkan sebelumnya seringkali menjadi pertengkaran besar. Pepatah lama mengatakan, “Perlu dua kubu untuk menciptakan kekacauan.” Saat konflik mulai muncul, ambil keputusan untuk merendahkan diri dan berdiam diri.
Beri tanda pada setiap kotak yang mengindikasikan di mana Anda berada:
Orang yang tidak tahu berterima kasih
- Membuatku marah
- Membuatku frustasi
- Tidak membuatku marah
Orang yang suka bergosip
- Membuatku marah
- Membuatku frustasi
- Tidak membuatku marah
Orang yang kikir
- Membuatku marah
- Membuatku frustasi
- Tidak membuatku marah
Orang yang suka mengontrol
- Membuatku marah
- Membuatku frustasi
- Tidak membuatku marah
Orang yang suka menipu
- Membuatku marah
- Membuatku frustasi
- Tidak membuatku marah
Tak seorang pun dapat membuat Anda marah. Jika Anda marah, itu karena Anda memilih untuk marah dan karena akar kemarahan sudah hidup dalam diri Anda. Jangan bereaksi saat Anda terprovokasi; tetapi tanggapilah dengan cara seperti yang dilakukan Yesus. Terimalah nasihat ini dari kitab Yakobus:
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (Yakobus 1:19)
Sekarang garis bawahi tindakan-tindakan dalam ayat di atas yang paling sulit bagi Anda.
SETIAP ORANG YANG BERDOA DENGAN SEPENUH HATI PASTI MEMPELAJARI SESUATU
Ralph Waldo Emerson
From “Give Me 40 Days” by Freeda Bowers

