Jumat, 26 Februari 2021
Bacaan : Yohanes 15 : 18-27
“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. (Yohanes 15:18)
Karena saya sekarang sudah ada di usia tiga puluhan, Yesus dan saya telah hidup di dunia selama waktu yang kira-kira sama. Rasanya aneh memikirkan itu. Kami telah hidup melewati masa dua puluhan kami—Ia yang tanpa kesalahan dan penyesalan, saya yang penuh kesalahan dan penyesalan yang cukup banyak untuk berdua. Beberapa hal terasa nyata mengenai Yesus sebagai manusia ketika Anda berada di usia yang sama denganNya.
Kalau Anda cuma berpikir Yesus hanya sebagai Tuhan, maka Anda akan kehilangan fakta bahwa Yesus juga adalah manusia. Jadi ketika hati dan pikiran saya mulai merefleksikan kedua sifat ini, segala sesuatunya berubah.
Saya menyadari betapa beraninya Yesus. Ia meninggalkan pekerjaan yang kelihatannya stabil. Ia meninggalkan kehidupan yang terhormat dan pergi berkeliling Israel tanpa tempat tinggal selama tiga tahun, berbicara tentang kerajaan Allah.
Saya tidak bisa membayangkan kalau ada seorang teman yang mengkhianati saya sebagaimana Petrus mengkhianati Yesus. Saya tidak bisa membayangkan para pemimpin gereja membenci saya sebagaimana mereka membenci Yesus. Saya tidak bisa membayangkan menjadi berani dalam segala hal yang telah Yesus alami. Saya tidak bisa membayangkan kalau saya tidak mengenal Dia. Saya sangat bersyukur bisa mengenalNya. Sesuatu berubah semakin saya mendekati usia seperti Dia. Saya mulai mengenal Dia secara berbeda. Saya melihatNya seperti salah seorang teman saya, seperti teman yang biasa nongkrong dengan saya. Dia bukan seperti orang tua yang melakukan hal-hal orang dewasa, Dia seumuran dengan saya.
Saya menyalakan api keberanian saya, dengan mengingat bahwa Yesus melakukan banyak hal-hal yang berani di sini—di tempat seperti saya saat ini. Lajang seperti saya. Manusia seperti saya. Tanpa dosa, tidak seperti saya, tetapi menghadapi godaan seperti saya. Dan Dia mengambil risiko untuk saya.
Dunia membenci Yesus, tetapi Dia tetap berani memberikan hidupNya untuk dunia.
Ia mau murid-muridNya melakukan hal yang sama. Mengorbankan segala sesuatu untuk mengikut Dia, dan Ia mau kita juga melakukan hal yang sama. Untuk hidup dengan berani, sebagaimana Dia hidup—mencurahkan hidupNya untuk dunia yang terluka dan memusuhiNya. Dunia membenci Yesus, tetapi Dia tetap berani memberikan hidupNya untuk dunia. Sungguh kasih yang luar biasa.
Kebenaran tentang siapa Yesus dan apa yang dikerjakanNya di dunia—Anak Allah yang datang ke dunia untuk menebus dosa kita—adalah hal paling berani yang pernah ada di muka bumi ini.
JADILAH BERANI: Bersyukurlah kepada Yesus atas keberanian yang ditunjukkanNya dalam semua kisah Alkitab yang pernah Anda baca tentang Dia.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

