Yesus adalah Teladanmu

Kamis, 14 September 2023

Bacaan : Ibrani 5 : 1-10

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, (Ibrani 5:7-8)

Sifat ilahi Kristus adalah sebuah misteri yang tidak dapat kita jelaskan sepenuhnya—pilihan yang Yesus buat untuk “mengosongkan” diriNya dari kuasa dan hak prerogatif ilahi untuk mengenakan keterbatasan manusia. Ada perdebatan yang terjadi mengenai sejauh mana Yesus mengosongkan diriNya, namun jika Yesus berpura-pura untuk menjadi manusia, maka kehidupanNya akan jauh berbeda dengan kita sehingga tidak dapat benar-benar menjadi contoh untuk kita ikuti. Membuat kesalahan itu manusiawi, mengampuni itu ilahi, dan semua pemikiran itu. Tetapi jika Yesus memilih kemanusiaan sejati dan mendapatkan kuasaNya dari Bapa sebagaimana kita seharusnya, maka kita pun dapat hidup sebagaimana Ia hidup.

Anak Allah meletakkan kemuliaanNya untuk menjadi manusia. Ini adalah kerendahan hati dari kebergantungan total. Yesus menangis, Ia berdoa, Ia belajar taat—sehingga kita juga bisa belajar melakukan hal yang sama. Apa yang kita saksikan ketika Yesus “memuridkan” para pengikutNya adalah seperti seorang kaisar yang melangkah turun ke arena untuk menghadapi singa bersama-sama dengan kita, untuk menunjukkan kepada kita bagaimana melakukannya, hanya dengan menggunakan apa yang tersedia bagi kita. Mengejutkan. Sekaligus penuh harapan.

~***~

Tuhan Yesus, terima kasih telah mengundangku ke dalam kesatuan hidup denganMu. Dalam kerendahan hatiMu, Engkau menunjukkan kepadaku seperti apakah menjadi anakMu. Tolonglah aku untuk dapat melakukan hal yang sama.

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top