Senin, 6 Juni 2022
Bacaan : 2 Korintus 12 : 6-10
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” … (2 Korintus 12:9)
Semua orang ingin menjadi kuat. Namun kalau dalam hidup ini Anda hanya berinvestasi pada kesehatan fisik dan penampilan, maka Anda akan kehilangan sesuatu yang bernilai kekal—yakni kerajaan Allah. Dan Anda tidak dapat berjuang untuk kerajaan Allah hanya dengan menggunakan kekuatan fisik belaka. Orang-orang yang benar-benar kuat, orang-orang yang mengubah dunia, secara jujur telah mengakui keterbatasan mereka.
Semua ungkapannya senada: “Tuhan, aku ini lemah. Dan aku memerlukanMu.”
Menjadi seorang pejuang bukanlah tentang sikap dan keangkuhan, bukan juga perut yang six-pack serta kondisi fisik yang prima, bukan tentang kesuksesan dalam hidup dan mendapatkan kekaguman maupun rasa iri dari semua orang. Menjadi pejuang sejati berarti mengenali sumber kekuatan sejati. Mengenali kelemahan Anda dan berpaling kepada Allah untuk menguatkan Anda menjadi pribadi seperti yang Dia kehendaki.
Entah Anda memikirkannya atau tidak, si jahat selalu ingin menjatuhkan Anda. Ia adalah jagonya membuat yang kuat menjadi lemah. Terkadang ia melakukannya dengan membuat kita merasa nyaman, tenang, dan aman, tinggal dalam kehidupan rata-rata karena itulah yang terasa familier dan tidak banyak tuntutan dari kita. Tetapi benarkah kehidupan seperti itu yang Anda inginkan?
Di sisi lain, Allah adalah ahli dalam mengubah orang-orang lemah menjadi kuat. Masa lalu Anda bukanlah hal yang terpenting, melainkan masa depan Anda. Jika Anda menginginkan hidup Anda—benar-benar hidup dengan keberanian, gairah, hidup yang memberi yang menular ke orang lain—maka jangan mau berkompromi.
Berjuanglah. Setiap. Hari.
DOA KEKUATAN
Tuhan, Engkau tahu semua kelemahanku, dan aku tahu Engkau sanggup mengubahkannya di dalam kekuatanMu. Hari ini aku mau bersandar pada kekuatanMu dan bukan kekuatanku sendiri untuk melawan si jahat.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

