Jumat, 28 Januari 2022
Bacaan : Yesaya 58 : 13-14
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)
Saya orangnya tidak bisa bersantai. Saya mengalami kesulitan untuk melepaskan semua kesibukan dalam hidup saya sampai seorang konselor memberi saya resep untuk meluangkan waktu lima menit setiap hari untuk tidak melakukan apa-apa. Bisa Anda bayangkan? Saya membayar seseorang untuk memberi tahu saya supaya tidak melakukan apa-apa!
Yang menyedihkan adalah bahwa ternyata saya harus bergumul untuk berdiam diri bahkan hanya untuk lima menit saja. Bagaimanapun, sejak saat itu, saya belajar bahwa untuk menjadi pribadi yang produktif, saya harus beristirahat dan mengisi ulang tenaga saya. Bahkan Tuhan pun beristirahat di hari ketujuh setelah menciptakan segala sesuatu, maka ini pastilah hal yang penting.
Bagaimana dengan Anda—kapankah terakhir kali Anda merasa benar-benar beristirahat? Apakah Anda bergumul untuk mengurangi kecepatan dan mendapatkan waktu istirahat yang Anda tahu Anda butuhkan?
Seberapapun kita berusaha mengejar semua kesibukan dalam hidup kita, kita juga mendambakan istirahat yang menenangkan jiwa. Ketika kita memilih untuk bersantai dan melepaskan semua kekuatiran kita, iman kita menambatkan diri kita pada kebaikan dan kedaulatan Allah. Dia yang pegang kendali, bukan kita.
Rahasia untuk dapat beristirahat adalah menambatkan diri Anda pada dasar yang takkan pernah berubah. Hidup kita selalu berubah, namun kuasa, kasih dan kedaulatan Allah takkan berubah. Ia tetap sama sekarang dan selamanya.
Jadi hari ini Anda bisa menikmati istirahat dengan mudah.
DOA KEKUATAN
Tuhan, seperti seorang anak yang bersandar di bahu ayahnya, biarkanlah aku bersandar kepadaMu, aman dalam kuat tanganMu, dan aku mau melepaskan semua kekuatiranku.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

