Jumat, 25 Februari 2022
Bacaan : 2 Korintus 5 : 16-21
… Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. (2 Korintus 5:18)
Baik sebagai pendeta dan seorang ayah, saya telah belajar bahwa sebagian besar panggilan saya adalah untuk menyelesaikan konflik dan menolong orang-orang mengasihi satu sama lain dengan lebih baik. Kalau Anda adalah seorang pengikut Kristus, Anda memiliki panggilan yang sama. Anda tidak perlu menjadi seorang politisi atau pemenang penghargaan Nobel Perdamaian untuk terjun dalam urusan pendamaian.
Sayangnya, di dunia kita saat ini, ada banyak individu, kelompok, suku, dan bangsa yang bertentangan satu dengan yang lain. Kita tidak perlu mencari jauh-jauh untuk menemukan orang tertentu yang bersikap agresif terhadap hampir setiap orang yang mereka temui. Mungkin Anda sendiri bahkan merasa seperti ini kadang-kadang—kalau saya iya.
Tetapi Allah paling ahli dalam urusan pengampunan, pendamaian, dan penyembuhan. Karena berada dalam pertentangan dengan manusia oleh sebab dosa-dosa kita, Bapa kita tahu bahwa satu-satunya cara berdamai dengan kita adalah dengan membayar hutang kita sekali untuk selamanya. Dan itulah yang dilakukan Kristus bagi kita—Dia adalah Pengantara yang paripurna, menjembatani surga dengan bumi, membayar penuh penalti yang tidak akan pernah mampu kita bayar sendiri.
Sebagai orang-orang yang menyandang gambar Kristus, kita harus mencari pendamaian dengan orang-orang di sekitar kita. Baik di tempat kerja atau di sekolah, di rumah atau di gereja, kita membawa damai Allah kemana pun kita pergi. Dan damai sejahtera Allah itu berkuasa.
DOA KEKUATAN
Ya Bapa, aku rindu mendamaikan orang yang berada dalam konflik sebagaimana Engkau lakukan. Berikanlah aku kekuatan, keberanian, dan hikmat untuk dapat membawa kedamaian bagi setiap orang yang kutemui hari ini.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

