Selasa, 6 September 2022
Bacaan : Yunus 2 : 1-10
katanya: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, … Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, … (Yunus 2:2,7)
Saya sudah menikah selama lebih dari dua puluh enam tahun sekarang, dan saya telah bertumbuh dalam hikmat sebagai seorang suami, saya telah belajar pelajaran penting tentang bagaimana saya harus berespon ketika Amy sedang sedih. Biasanya, ketika istri saya menceritakan permasalahan dan pergumulannya kepada saya, ia tidak menginginkan saya untuk mengatasi masalah itu—ia hanya ingin saya peduli akan apa yang sedang ia alami. Begitu saya menyadari bahwa ia tidak ingin berdiskusi untuk mencari solusi atau memberitahu dia bagaimana cara mengatasi masalah tersebut, itu mengangkat banyak beban dari diri saya. Ia hanya ingin saya mendengarkan dengan sepenuh hati dan peduli bahwa ia sedang terluka.
Dan Amy bukanlah satu-satunya orang yang ingin didengarkan di tengah-tengah pergumulan hidup—kita semua mau begitu. Keinginan untuk dihibur dan diyakinkan bahwa segala sesuatu akan baik-baik saja ketika kehidupan sepertinya berantakan, adalah hal yang manusiawi. Ini adalah hal yang secara alami kita lakukan sebagai anak kecil, dan waktu kita belajar untuk menyembunyikan serta berusaha melindungi hati kita sebagai orang dewasa, kita tetap ingin merasakan bahwa rasa sakit kita itu juga penting bagi seseorang. Saya yakin bahwa kita ingin percaya bahwa hal itu penting bagi Tuhan. Bahkan ketika Ia tidak menjawab doa kita dengan cara yang kita inginkan atau di waktu yang kita inginkan, kalau kita percaya bahwa Dia mendengar kita, maka kita akan terus percaya kepadaNya.
Hari ini ketahuilah dengan tanpa keraguan bahwa Bapa di surga mendengar doa-doa Anda. Ia mendengarkan. Dan Ia peduli. Apa yang penting bagi Anda juga penting bagiNya.
DOA KEKUATAN
Aku sangat bersyukur Tuhan, bahwa Engkau mendengar doaku bahkan ketika aku tidak punya kata-kata untuk mengungkapkan apa yang kurasakan. Hari ini aku memujiMu karena Engkau begitu mengasihiku.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

