Senin, 7 November 2022
Bacaan : 1 Yohanes 2 : 15-17
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.(1 Yohanes 2:17)
Suatu kali pada sebuah konferensi hamba-hamba Tuhan, saya menginap sekamar hotel dengan seorang rekan pendeta bernama Paul. Pendeta Paul adalah orang yang baik dengan selera humor yang luar biasa. Di penghujung hari pertama, setidaknya saya sudah tiga kali dikerjai oleh teman sekamar baru saya ini.
Tidak mau kalah, saya memutuskan untuk menunggu dan membalasnya di waktu yang tidak diduga olehnya. Saya berencana membangunkan dia di tengah malam dan membanting badannya. Saya sudah membayangkan akan melompat miring di udara dengan gaya pegulat profesional dan mendarat pada siku saya di samping Paul ketika dia sedang tertidur nyenyak.
Sementara rencana saya matang, perhitungan saya ternyata tidak. Saya melompat di udara tetapi mendarat tidak tepat sasaran. Bukannya memukul Paul, siku saya jatuh tenggelam di kasur dan mengarahkan tinju saya yang terkepal langsung ke dagu saya.
Ya, saya benar-benar memukul diri saya sendiri pada tengah malam.
Senjata makan tuan.
Paul terbangun karena keributan itu dan melihat saya setengah sadar di lantai di samping tempat tidurnya. Setelah saya menjelaskan apa yang terjadi, ia tertawa sepertinya selama hampir setengah jam. Dan sekarang kapan pun ada kesempatan dia akan menceritakan kisah itu.
Saya gagal mengenai target saya. Sayangnya, seberapa baik pun diri kita, kita gagal memenuhi target Allah. Hukum Allah menuntut kesempurnaan. Yesus melakukan bagi kita apa yang tidak dapat kita lakukan sendiri. Ia memberikan anugerahNya dengan cuma-cuma.
Bersyukurlah kepada Tuhan hari ini atas keselamatan yang kita terima melalui Tuhan Yesus.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, Engkau tahu semua kesalahan yang telah kuperbuat dan setiap kali aku gagal memenuhi standarMu. Terima kasih karena Engkau telah memberikan PuteraMu untuk mati di kayu salib dan mengampuni dosa-dosaku.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

