Selasa, 3 Mei 2022
Bacaan : Roma 5 : 1-5
Tetapi kalau kita mengharapkan sesuatu yang belum kita lihat, maka kita menunggunya dengan sabar. (Roma 8:25—BIMK)
Oleh anugerah Allah, saya telah menjadi pendeta selama lebih dari separuh masa hidup saya. Saya menjadi Kristen waktu saya masih kuliah, sedang berusaha meraih gelar bisnis. Tidak lama kemudian saya tahu bahwa Tuhan menghendaki saya menjadi hamba Tuhan, dan gereja lokal saya menempatkan saya di pelayanan dewasa muda. Begitu banyak yang harus saya pelajari, tetapi saya tidak bisa belajar cukup cepat. Dalam beberapa bulan, kelompok dewasa muda yang tadinya sekitar seratusan orang pada waktu dimulai, turun menjadi setengah lusin—dan Amy dan saya adalah dua orang di antaranya!
Majelis gereja menemui saya dan berkata bahwa saya mungkin tidak cocok untuk tugas itu. Saya merasa hancur dan bingung. Saya putus asa dan hampir saja menyerah, tetapi istri saya mengingatkan saya akan cara Tuhan yang telah kami saksikan untuk mengkonfirmasi panggilan kami. Dia mendorong saya untuk membicarakan hal ini dengan pendeta kami, Nick Harris.
Sementara Nick mendorong saya untuk menerima kritikan majelis itu dalam hati, ia juga mengatakan sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan: “Semakin Tuhan mau memakaimu, semakin besar kamu akan tergoda untuk berhenti. Tetapi saya melihat potensi yang nyata dalam dirimu. Kamu datang untuk minta nasihatku. Jadi saya beri tahu: jangan sampai kamu berhenti. Tetaplah di jalurnya Tuhan. Nantikanlah Tuhan.”
Dalam area apakah di hidup Anda di mana Anda perlu menantikan Tuhan dan bukannya mendengarkan perkataan orang lain? Hari ini praktikkanlah kesabaran dengan tetap bertahan di jalur Tuhan meskipun rasanya lebih mudah untuk berhenti.
DOA KEKUATAN
Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan panggilan dan tujuan dalam hidupku. Aku tahu aku akan menghadapi tantangan, tetapi berikanlah aku kesabaran untuk bertekun ketika aku tergoda untuk melarikan diri.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

