Jumat, 17 Juni 2022
Bacaan : Matius 11 : 25-30
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Matius 11:29-30)
Saat kita kelelahan, hal yang paling tidak ingin kita lakukan adalah bertarung. Seperti seorang petinju yang telah dipukul jatuh, kita tak mampu bernafas, apalagi untuk bangkit berdiri mengayunkan pukulan ke arah lawan lagi. Kita lelah dan kewalahan. Kita mulai merasa apakah kita akan bangun lagi atau tidak itu tidak penting lagi. Sepertinya kita selalu dipukul jatuh kembali. Lagi-lagi datang tagihan tak terduga, anak yang sakit, kerjaan banyak gaji kecil. Kehidupan tak pernah berhenti.
Tetapi Anda tidak sendirian. Jika Anda merasa kosong, merasa sedang di bawah, atau merasa kalah, Allah ingin memulihkan kekuatan Anda. Dan mungkin aneh kedengarannya, tapi terkadang Anda juga harus berjuang untuk itu.
Saat peradaban berseru kepada Anda, “Lebih banyak pasti lebih baik,” ingatkan diri Anda bahwa sedikit kadangkala malah lebih banyak. Saat kehidupan memberikan lebih banyak dari yang dapat Anda tanggung, latihlah diri Anda untuk berhenti, mengambil jeda, menarik nafas dalam, dan membawa apapun yang membebani diri Anda kepada Yesus.
Yesus berkata: “belajarlah padaKu.” Tentu saja Ia melayani orang-orang dengan kesetiaan. Tentu saja Ia selalu ada, bersedia meninggalkan apapun untuk menjawab kebutuhan. Tetapi Ia juga mengambil waktu istirahat yang berarti. Ia bangun pagi-pagi untuk mencari BapaNya. Ia meninggalkan kerumunan untuk mengambil waktu seorang diri. Ia mengalami berbagai peristiwa di mana Ia mencari waktu istirahat untuk jiwaNya.
Bukan hanya tubuh Anda yang membutuhkan istirahat, jiwa Anda pun memerlukannya. Mungkin inilah saatnya untuk menurunkan kecepatan. Menarik nafas dalam. Dan menikmati hadiratNya. Mungkin Anda merasa tidak mungkin. Jangan membuat alasan. Anda bisa membuat alasan atau Anda bisa membuat kemajuan, tetapi tidak bisa dua-duanya. Perjuangkanlah. Karena itu berharga untuk diperjuangkan.
Mungkin Anda merasa tidak mampu untuk beristirahat. Tetapi saya yakin Anda lebih tidak mampu lagi untuk tidak beristirahat.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, ketika aku tak sanggup lagi melangkah, aku tahu Engkau sanggup memulihkan aku dan memberikanku kelegaan. Engkau menopang rohku, menguatkan ragaku, dan menenangkan jiwaku. Terima kasih karena aku bisa tenang di dalamMu.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

