Sabtu, 26 Maret 2022
Bacaan : Mazmur 23
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1)
Entah dalam hal jumlah jam dalam sehari, atau jumlah uang di rekening bank, kadang-kadang Anda merasa tidak pernah cukup, Anda merasa tidak bisa mengejar, apalagi mau melangkah maju. Terutama ketika kita melihat di internet atau media sosial dan melihat apa yang dipunyai orang lain, kita seringkali merasa ketinggalan.
Kita melihat orang lain makan makanan yang enak-anak, liburan ke tempat-tempat yang luar biasa, dan bersenang-senang bersama keluarga dan teman-temannya. Mereka kelihatan keren dan mengenakan pakaian yang bagus-bagus, tinggal di rumah-rumah seperti yang dalam sinetron, dan mengendarai mobil baru.
Dan kita mulai bertanya-tanya mengapa kita merasa kecewa dengan kehidupan kita sendiri.
Inilah yang harus Anda ingat. Ketika rasa cukup Anda didasarkan pada membandingkan diri Anda dengan orang lain—terutama di media sosial—maka Anda tidak akan pernah merasa puas. Bahkan sekalipun Anda tahu kalau mereka memposting foto dengan photoshop atau hanya memposting hal yang bagus-bagus, selama Anda membandingkan diri, Anda akan merasa gagal.
Namun, ketika keinginan hidup Anda sejalan dengan Tuhan, Anda tidak akan pernah merasa iri atau cemburu. Sebaliknya, Anda akan merasakan kebalikannya—merasa cukup, sukacita, terpenuhi.
Kebutuhan utama kita setiap hari ialah mengenal Dia, bertumbuh semakin dekat kepadaNya, dan mengenal damai sejahteraNya.
Ketika kita berfokus pada kebenaran ini dan mengikuti Gembala kita yang baik, kita akan merasa kecukupan dengan cara yang tidak akan pernah dapat diberikan oleh Instagram.
DOA KEKUATAN
Tuhan Yesus, Engkaulah Tuhan dalam hidupku dan sumber kekuatanku. Ingatkanlah aku selalu bahwa apa yang kupunya adalah lebih dari cukup daripada yang diinginkan hatiku melalui hubungan yang kumiliki denganMu.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

