Tak Berbapa

Sabtu, 19 Agustus 2023

Bacaan : Yohanes 1 : 10-14

Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.” (2 Korintus 6:18)

Anda adalah anak-anak dari Bapa yang baik, kuat, dan dekat, Bapa yang bijak untuk membimbing Anda sepanjang jalan, murah hati untuk menyediakan kebutuhan sepanjang perjalanan Anda, berjalan bersama di setiap langkah Anda. Mungkin inilah yang menjadi hal paling berat untuk Anda percayai jauh di lubuk hati Anda, sehingga dapat mengubahkan Anda selamanya.

Asumsi inti Anda tentang dunia bermuara dalam hal ini: Anda berjalan sendiri berusaha untuk berhasil dalam hidup. Anda tidak diawasi, tidak diperhatikan. Ketika Anda menghadapi masalah, Anda harus mencari jalan sendiri, atau menerjangnya saja. Jika ada hal baik yang akan datang kepada Anda, Anda harus mengaturnya. Mungkin Anda telah berseru kepada Allah sebagai Bapa, tetapi sejujurnya, sepertinya Ia tidak mendengar. Anda tidak yakin mengapa. Apapun alasannya, pengalaman Anda akan dunia ini telah membingkai cara pendekatan Anda terhadap kehidupan. Anda percaya bahwa Anda tidak berbapa.

Apapun yang telah diajarkan oleh kehidupan kepada Anda, meskipun itu juga bukan kata-kata yang tepat, Anda merasa bahwa Anda seorang diri. Jauh di lubuk hati Anda percaya bahwa tidak ada seorang pun yang dapat dipercaya untuk dapat menolong Anda. Dan kemudian Anda mengatur kesenangan kecil sepanjang jalan untuk menolong meringankan rasa sakit dari kesepian, yang biasanya adalah dengan memanjakan diri. Sahabatku, ini adalah cara hidup tak berbapa.

~***~

Perhatikanlah bagaimana hati Anda merespon ketika menghadapi masalah—kabar buruk, kekecewaan, atau lebih buruk. Apakah Anda merasa dibapai … atau tak berbapa?

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top