Minggu, 25 Juni 2023
Bacaan : Mazmur 61
Dengarkanlah kiranya seruanku, ya Allah, perhatikanlah doaku! (Mazmur 61:2)
Beberapa doa terjadi begitu aja, itulah seruan hati kita. Tidak ada pelatihan yang diperlukan untuk doa semacam ini. Saya telah mengucapkannya ribuan kali, dan saya yakin Anda tentu juga. Seperti ketika telepon berdering membawa kabar buruk dan Anda hanya bisa berkata, Bapa… Bapa… Bapa, hati Anda berseru kepada Allah. Ini adalah ungkapan doa yang indah, timbul dari hati yang terdalam, seringkali tanpa diminta, dan selalu diterima oleh telingaNya yang penuh kasih.
Seruan hati akan datang, jika Anda mengijinkannya. Ini adalah doa yang telah saya doakan saat saya bangun di pagi hari. “Oh Tuhan—tolong. Tolonglah aku hari ini, Tuhan.” Terkadang itu hanya satu kata, berulang-ulang dalam hati saya: Yesus, Yesus, Yesus. Itu juga akan mengalir bagi Anda jika Anda mengijinkannya. Tidak perlu mengedit kata-katanya, biarkan hati dan jiwa Anda berbicara. Dalam kitab Mazmur, Daud benar-benar membebaskan diri. Di satu saat ia berseru “Aku mengasihiMu, Tuhan!” lalu berikutnya “Mengapa Engkau meninggalkan aku?”
Daud nampaknya rentan dan tidak stabil, namun ia disebut sebagai orang yang berkenan di hati Allah. Tuhanlah yang menjadikan dia raja dan menjawab doanya di dalam Alkitab. Mazmur ini diberikan kepada gereja sebagai contoh doa, dan itu sangat indah. Ini meyakinkan Anda bahwa Tuhan bukan hanya sanggup menangani semua kehidupan emosional Anda, Dia juga mengundang Anda untuk membawa semuanya itu kepadaNya.
~***~
Apakah Anda merasa nyaman untuk membagikan kehidupan emosional Anda kepada Tuhan? Jika tidak—mengapa?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

