Senin, 11 Juli 2022
Bacaan : 2 Korintus 9 : 6-12
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. (2 Korintus 9:8)
Kalau Anda pernah menjalani proyek perbaikan rumah, maka Anda akan memahami bahwa selalu dibutuhkan waktu dua kali lipat (termasuk dana dua kali lipat) dari yang Anda rencanakan. Jika Anda mengerjakan proyek itu sendiri, maka setidaknya dibutuhkan tiga perjalanan ekstra ke supermarket bahan bangunan, satu kali mampir di toko besi, dan beberapa kali meminjam peralatan dari tetangga. Kalau Anda mengerjakan renovasi besar dan menyewa kontraktor untuk mengerjakannya, wah, selamat!
Serius, pengalaman renovasi ini benar-benar membuat stres, karena seberapapun Anda telah merencanakan, pasti ada sesuatu tak terduga yang muncul. Pipa-pipa sudah berkarat dan harus diganti. Atap bocor dan harus ditambal. Panel listrik tidak berfungsi lagi dan perlu dipasang yang baru. Dan itu memicu perjalanan baru ke toko bahan bangunan atau diskusi tentang menambah anggaran renovasi Anda.
Dapatkah Anda bayangkan bagaimana jika memperbaiki rumah Anda dan Anda mempunyai segala sesuatu yang Anda perlukan di depan mata kapan pun Anda memerlukannya? Keren, ‘kan? Sangat sukar dibayangkan karena hal itu tidak akan pernah terjadi. Tetapi Allah berjanji bahwa ketika kita melakukan pekerjaanNya, kita akan mempunyai apa yang kita butuhkan.
Allah berkuasa memberi kepada kalian berkat yang melimpah ruah, supaya kalian selalu mempunyai apa yang kalian butuhkan; bahkan kalian akan berkelebihan untuk berbuat baik dan beramal. (2 Korintus 9:8, BIMK).
Inilah esensi dari anugerah—pemberian cuma-cuma dari Allah yang tidak dapat dibeli, diperoleh, atau dibangun oleh kita sendiri. Ia sangat mengasihi kita sehingga Ia mengorbankan PuteraNya yang sangat dikasihiNya. Kita memiliki anugerah yang melimpah, termasuk kelebihan untuk berbagi dengan sesama.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, aku sangat bersyukur atas anugerah pemberianMu. Terima kasih karena Engkau memberikan segala sesuatu yang aku butuhkan untuk melakukan pekerjaanMu—sekarang dan selamanya.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

