Senin, 21 November 2022
Bacaan : Yohanes 14 : 1-7
tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan. (Ibrani 3:6)
Keluarga kami baru saja melihat-lihat foto-foto lama—foto yang diambil dengan menggunakan kamera, bukan ponsel, dan dicetak fotonya. Kami tertawa melihat kami semua pernah salah kostum namun juga mengagumi betapa Allah telah begitu setia kepada kami. Ketika anak-anak kami, yang sekarang semua sudah dewasa, melihat kembali rumah pertama yang saya dan Amy tinggali dulu, mereka tidak menyangka akan betapa baiknya Tuhan kepada kami. Salah seorang putri kami tertawa dan berkata, “Untungnya kita semua tidak tinggal di sana sekarang.”
Melihat foto-foto tempat tinggal kami yang lama ini membawa kepada percakapan tentang “rumah impian” dan di mana kita akan tinggal kalau kita bisa memilih tempat di manapun di dunia ini. Amy menginginkan tempat yang cukup dekat dan cukup besar untuk anak-anak dan cucu-cucu di masa depan akan berkunjung. Sementara saya berpikir tentang tempat yang lebih terpencil, mungkin seperti sebuah kabin di pegunungan atau rumah yang kecil dekat pantai.
Bagaimana dengan Anda—seperti apakah rumah impian Anda? Seperti apapun rumah yang Anda tinggali saat ini, kabar baiknya adalah tidak ada sesuatu pun di muka bumi ini yang dapat dibandingkan dengan rumah surgawi kita. Ayat hari ini mengatakan bahwa Yesus mengepalai rumah Tuhan dan bahwa kita berpegang teguh melalui keberanian, iman, dan pengharapan kita. Mengapa? Karena kita adalah rumahNya. Ia tinggal di dalam kita dan mengubahkan hidup kita.
Hari ini bersyukurlah atas tempat di mana Anda tinggal saat ini, tetapi juga untuk tempat yang telah disiapkan bagi Anda setelah masa hidup ini berakhir.
DOA KEKUATAN
Tuhan, aku sangat bersyukur bahwa suatu hari nanti aku akan tinggal bersama Engkau di surga.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

