Puisi Tuhan yang Indah

Jumat, 16 September 2022

Bacaan : Efesus 2 : 1-10

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2:10)

Saya pernah melihat stiker bemper beberapa mobil yang setiap kali melihatnya membuat saya cekikikan. Dituliskan, “Tuhan tidak membuat barang rongsokan!” (Ironisnya, sepertinya setiap kali saya melihat stiker bemper ini, selalu di mobil tua yang nyaris rongsok). Tetapi ini benar: jika Anda di dalam Kristus, Tuhan tidak membuat barang rongsokan!

Anda adalah mahakarya Allah, diciptakan dengan tujuan mulia. Alasan mengapa mempercayai hal ini sangatlah penting karena jika Anda mengetahui siapa diri Anda, Anda akan tahu apa yang harus Anda lakukan. Jika tidak, Anda akan tergoda untuk menerima label yang ditempelkan oleh orang lain dan menetap pada kondisi yang kurang dari kapasitas Anda yang sesungguhnya.

Anda sangat istimewa di dalam Kristus, ciptaan yang mulia, diciptakan untuk tujuan yang mulia. Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai “buatan” (ciptaan) dalam Efesus 2:10 ini adalah poiema. Menjadi poiema-nya Allah berarti menjadi “pekerjaan yang dilakukan oleh Allah.” Kata poem dalam bahasa Inggris yang berarti puisi diturunkan dari kata ini, maka saya senang berpikir bahwa kita ini adalah puisi Tuhan yang indah.

Di dalam Kristus, hidup Anda seharusnya menjadi pernyataan puitis dari kemuliaan Allah. Sang Pencipta merancangkan setiap kehidupan kita untuk bergabung dan saling mengikat untuk membentuk suatu gambaran besar, sebuah permadani raksasa, yang ditenun dari orang-orang. Terkadang, dari tempat Anda berdiri, Anda mungkin tidak dapat melihat Anda cocok berada di mana. Tetapi jika Anda mundur sedikit dan melihat dari sudut pandangNya, Anda akan melihat mahakarya itu secara utuh, karya Allah yang sempurna.

DOA KEKUATAN

Ya Tuhan, tolonglah aku untuk selalu mengingat bahwa diriku adalah mahakaryaMu, sebagai puisi yang unik dan indah. Aku bukanlah menurut apa yang dikatakan orang lain melainkan apa yang Engkau katakan. Identitas diriku ada di dalam Engkau.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top