Selasa, 4 Oktober 2022
Bacaan : Efesus 2 : 1-7
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, (Mazmur 103:2-3)
Ketika saya mulai beranjak dewasa, sepertinya setiap orang dewasa yang saya kenal itu merokok. Saya tidak pernah menyadari efeknya terhadap diri saya sampai saya masuk kuliah. Setelah saya meninggalkan rumah selama beberapa minggu, ketika kembali ke rumah, saya pikir, “Astaga, tempat ini bau asap banget! Wah, saya tidak pernah menyadarinya sebelumnya.” Kemudian saya mulai membiasakan diri dan tidak memikirkannya lagi sampai saya kembali ke asrama hari Minggu malam.
Waktu saya masuk ke kamar asrama saya, teman sekamar saya berkata, “Bro, keluar sana! Ampun deh! Kamu dari mana sih—dari dalam cerobong?”
Maka hal itu menyadarkan saya. Selama delapan tahun terakhir ini, saya tinggal dalam lingkungan-penuh-asap-rokok dan tidak pernah menyadari akibatnya terhadap diri saya. Saya telah menghirup asap rokok pasif ini, racun ini, dan itu telah mempengaruhi saya tanpa saya mengetahuinya.
Seringkali kultur kita mempengaruhi jiwa kita dengan cara yang sama. Kita menghirup udara beracun pasif yang memasuki pikiran dan hati kita dan membuat kita seperti melempem. Setelah beberapa waktu kita tidak menyadarinya dan hanya mengalir saja, melakukan apa yang dilakukan orang-orang sekitar kita, bukannya apa yang Tuhan mau kita lakukan.
Jika Anda ingin membangun hubungan yang lebih kuat dengan Kristus, Anda harus memisahkan diri. Anda harus mengikuti jalanNya dan bukan jalan orang banyak. Anda harus mengenali dampak dari orang-orang di sekitar Anda terhadap iman Anda.
DOA KEKUATAN
Ya Bapa, terima kasih Engkau telah memanggilku menuju hidup yang dipisahkan dari dunia. Hari ini tolonglah aku untuk dapat melihat dalam hal apa aku telah terpengaruh oleh polusi rohani ini.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

