Minggu, 26 Maret 2023
Bacaan : 1 Yohanes 4 : 13-19
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. (1 Yohanes 4:16)
Saya membeli buku jurnal yang baru minggu ini karena jurnal saya yang lama sudah penuh. Saya selalu merasa aneh menulis di halaman pertama sebuah jurnal yang baru. Rasanya mengandung momentum, seperti permulaan baru. Apa yang akan terungkap? Dan apa yang harus saya tulis di halaman pertama? Lagi pula, ini adalah halaman pembuka dari buku baru dalam hidup saya, babak baru bersama Tuhan. Layak diisi dengan sesuatu yang penting.
Memandangi lembaran yang kosong, saya bertanya kepada Tuhan dalam hati, Apa yang harus ditaruh di sini? Anda tahu apa jawabNya? Kasihku.
Jadi itulah yang saya tulis. Satu kata. “KasihKu.” Itu lebih dari cukup. Apapun yang lain yang akan tertulis dalam jurnal ini, biarlah semua ada di bawah kasihNya. Saya duduk dan merenung. Saya mengarahkan hati saya kepada kasihNya. Membiarkannya menjadi nyata. Membiarkannya menjadi hidup bagi saya.
Apa lagi, Tuhan?
Percayalah akan kasihKu.
Ya, Tuhan. Aku percaya akan kasihMu.
Dan sesuatu di dalam diri saya berubah. Saya menjadi lebih percaya dari sebelumnya. Itu mengubahkan saya. Saya merasa terdorong. Tidak gegabah. Dan tidak merasa kosong. Saya merasa seperti saya ingin selalu tinggal di sini. Untuk hidup dalam kasihNya.
~***~
Bagaimana dengan Anda—apakah Anda percaya akan kasihNya, lebih dari sebelumnya? Adakah sesuatu yang menghalangi? Dapatkah Anda membawa hal itu kepada Yesus, mengundang Dia ke dalam hal tersebut?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

