Pengkritik Terburuk

Kamis, 17 Maret 2022

Bacaan : 1 Yohanes 3 : 19-24

… jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, … (1 Yohanes 3:21-22)

Saya menerapkan standar yang tinggi pada diri saya sendiri dan orang lain. Sementara saya senang mengejar kesempurnaan, saya juga tahu cara Si Jahat bisa memainkan permainan pikiran dan memakainya untuk melawan saya.

Saya yakin ini juga terjadi kepada kebanyakan di antara kita—kita adalah pengkritik terburuk bagi diri kita sendiri.

Sementara orang lain mungkin mengkritik kita, mereka hanya menekankan apa yang telah kita katakan kepada diri sendiri. Terutama ketika kita mulai membandingkan diri sendiri dengan orang lain, kita mulai menerapkan standar yang mustahil kepada diri sendiri yang menjebak kita ke dalam lingkaran mencoba lebih keras, gagal, dan merasa malu, lalu mencoba lebih keras lagi. Coba masukkan ini ke dalam lingkaran kehidupan, maka tak heran kita sering bergumul dengan iman kita.

Namun peperangan ini telah dimenangkan bagi kita.

Ketika kita menerima anugerah keselamatan Allah yang cuma-cuma dan menerima pengampunan melalui Kristus, kita tidak lagi menghadapi penghukuman dari siapapun—termasuk dari diri kita sendiri.

Ketika kita merasa bahwa Allah telah mengampuni kita lebih mudah daripada kita mengampuni diri sendiri, kita harus belajar untuk meredam kritik batin kita.

Saat kita bertumbuh dalam iman, kita menjadi lebih sadar akan identitas kita yang sejati. Kita adalah anak-anak Allah, diciptakan menurut gambarNya untuk melakukan pekerjaan baik.

Allah berkata bahwa Anda berharga. Dia mengampuni Anda ketika Anda gagal. Kepercayaan diri Anda datang dari bersandar kepadaNya sebagai sumber kekuatan Anda. Jangan percaya ketika siapapun—termasuk diri Anda sendiri—mencoba mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran ini.

DOA KEKUATAN

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mati di kayu salib bagi dosa-dosaku. Aku tahu bahwa kini tak ada satupun yang dapat memisahkanku dari kasihMu. Ingatkanlah aku hari ini untuk memegang kebenaran ini kapanpun aku merasa diriku tidak cukup baik.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top