Minggu, 16 April 2023
Bacaan : 1 Petrus 1 : 3-12
… Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. (1 Petrus 1:11)
Iblis telah menyimpan kartu as—bahkan jika para tawanannya ingin keluar dari kamp tawanan perang, ia mempunyai klaim hukum atas mereka. Para tawaranan ini dapat dibebaskan, tetapi dengan harga yang sangat mahal.
Tampaknya si jahat tidak mengerti langkah Yesus selanjutnya. Dia melihat peluang untuk menyelesaikan apa yang telah dia mulai sejak kejatuhan manusia yang pertama. Pihak berwenang menangkap Yesus di tengah malam, menyeret Dia dengan tuduhan palsu, menyuap para saksi, kemudian memaksa boneka Romawi untuk menjatuhkan hukuman atas Dia karena massa sudah akan menimbulkan kerusuhan. Yesus seperti sudah kehabisan pilihan. Namun Ia sedang melaksanakan apa yang menjadi rencanaNya—rencana rahasiaNya untuk menggulingkan kuasa si jahat di atas bumi.
Rupanya, iblis tidak mengetahui bahwa dengan mengorbankan Yesus ia akan menarik satu paku yang akan menghancurkan seluruh kerajaannya, jatuh ke dalam skema yang telah disusun dengan seksama oleh Allah Bapa untuk menghancurkan kejahatan: “Kebijaksanaan yang saya kemukakan itu ialah kebijaksanaan dari Allah. Kebijaksanaan itu tidak diketahui oleh dunia, tetapi Allah sudah menyediakannya untuk kebahagiaan kita sebelum dunia ini dijadikan. Tidak seorang pun dari penguasa-penguasa zaman ini yang tahu tentang kebijaksanaan itu. Sebab, seandainya mereka sudah mengetahuinya, tentu mereka tidak akan menyalibkan Tuhan yang mulia itu.” (1 Korintus 2:7-8—BIMK). Itu merusak semuanya—dari sudut pandang tertentu.
~***~
Tuhan Yesus—terima kasih karena Engkau telah menyelamatkan aku! Menebus aku! Terima kasih atas pembebasan terbesar sepanjang masa!
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

