Jumat, 27 Mei 2022
Bacaan : 2 Korintus 5 : 16-21
Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. (2 Korintus 5:20)
Beberapa tahun yang lalu, saya sedang melihat keluar jendela kantor saya di suatu sore, ketika saya melihat setidaknya ada tiga puluh mobil memasuki lapangan parkir dengan suara rem yang berdecit. Beberapa saat kemudian, puluhan anak SMU berkumpul dalam sebuah lingkaran besar mengelilingi dua orang pemuda berotot yang jelas-jelas akan mulai berkelahi.
Secara naluriah, saya sangat bersemangat dan lari keliling kantor sambil berseru, “Ada yang berantem! Ada yang berantem!” Seorang teman dan rekan pendeta bergabung dengan saya, dan kami berdua tidak sabar pergi keluar untuk menyaksikan kedua anak ini saling memukuli satu sama lain. Dengan aliran adrenalin dan testosteron lebih dari yang seharusnya dirasakan oleh dua orang pendeta paruh-baya, kami berseru, “Ayo pukul dia, yeah! Lebih keras lagi!”
Namun, setelah beberapa detik menikmati perkelahian itu, kami saling berpandangan. Apa yang kami pikirkan? Kami ini orang dewasa, kami orang Kristen, dan kami ini pendeta! Kami tidak seharusnya berlaku seperti penonton WWF atau pertandingan bela diri. Kami seharusnya menghentikan perkelahian itu dan menertibkan keadaan! Akhirnya, kami berdua berlari mendekat dan berteriak, “Sudah, sudah! Ayo anak-anak, semua bubar!”
Sekarang, sebelum Anda menilai saya terlalu banyak menonton acara pertandingan gulat tengah malam di TV kabel, saya pikir insiden kecil ini menggambarkan dengan jelas masalah yang sering kita semua hadapi: amnesia rohani. Kita lupa bahwa kita harus bertindak sebagaimana seharusnya kita bertindak.
Kita adalah ciptaan baru sekaligus duta-duta Kristus.
Kita adalah pembawa damai dan mendamaikan orang lain kepada Allah.
Adakah hubungan yang sedang mengalami ketegangan atau perselisihan di sekitar Anda? Apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk menolong membawa damai?
lakukan hari ini untuk menolong membawa damai?
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, terkadang aku lupa bahwa aku bukanlah orang yang sama lagi. Tolonglah aku untuk bertindak sebagai duta kerajaanMu supaya orang lain boleh datang untuk mengenalMu.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

