Pandangan yang Dipulihkan tentang Doa

Sabtu, 21 November 2020

Bacaan :  Yohanes 15 : 1-7

Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya. (1 Yohanes 5:15)

Orang-orang seringkali datang meminta saya berdoa bersama mereka untuk kesembuhan orang lain. Kadang-kadang mereka memiliki kebutuhan fisik yang jelas untuk diri mereka sendiri, tetapi mereka justru meminta kesembuhan untuk teman mereka. Ketika saya mendesak mereka untuk mengakui keadaan mereka sendiri, mereka biasanya mengatakan, “Oh, saya lebih suka Tuhan menyembuhkan mereka daripada saya sendiri. Mereka sakit kanker. Saya hanya menderita retak pada tulang punggung saya.” Belas kasihan mereka sungguh luar biasa karena mereka menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan mereka sendiri, tetapi konsep mereka tentang Allah salah. Benar-benar salah!

Tuhan tidak memiliki kuasa yang terbatas. Dengan kata lain, Ia tidak akan kehabisan tenaga setelah Ia menyembuhkan punggung orang ini. Tuhan masih memiliki cukup tenaga untuk menyembuhkan kanker teman mereka. Selain itu, Anda tidak hanya mendapatkan satu keinginan dan kehabisan kesempatan setelah yang pertama digunakan. Keinginan untuk melihat kesembuhan teman itu mulia, tetapi itu bukan situasi “pilih salah satu”. Di samping itu, jangkauan perhatianNya luar biasa luasnya; bahkan sesungguhnya sangat bagus, sehingga Ia bisa memberikan perhatian yang tidak terbagi kepada setiap manusia di bumi ini, semua pada saat yang sama. Ia juga tidak memandang doa kita dengan skala prioritas yang sama dengan kita. Beberapa orang akan memandangnya sedemikian: “Tentu saja Allah akan menyembuhkan kanker. Itu penting. Tulang punggung saya yang retak tidak begitu penting. Saya telah belajar untuk hidup bersamanya.” Kita memandang kanker sebagai sesuatu yang mendesak (yang memang demikian) dan segala hal lainnya harus masuk daftar tunggu. Kenyataannya, seringkali tulang retak itulah yang disembuhkan lebih dahulu. Dan dengan meningkatnya iman melalui pengalaman itu, iman yang dibutuhkan untuk kesembuhan kanker terbangun. Logika kita tidak sesuai dengan pemikiranNya, dan Ia tidak akan berubah.

From “Dreaming with God” by Bill Johnson

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top