Negaramu

Selasa, 23 Februari 2021

Bacaan : Roma 13 : 1-7

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. (Roma 13:1)

Saya menuliskan ini pada suatu titik yang aneh dalam sejarah Amerika. Donald Trump baru saja terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, dan banyak sekali orang yang tidak senang dengan hal ini. (Tapi banyak juga orang yang senang, sebenarnya).

Banyak yang tidak senang karena mereka tidak menginginkan Trump menjadi presiden. Sebagian orang memilih dia hanya karena mereka merasa tidak ada pilihan lain yang lebih baik. Bahkan para pendukung Trump pun tidak benar-benar merasa di atas angin karena mereka menghadapi kemarahan dari pihak pendukung yang lain. Sepertinya tidak ada orang yang benar-benar merasa puas.

Bangsa ini benar-benar terpecah saat ini, tetapi ketika kita melihat ke dalam firman Allah, kita melihat bahwa orang-orang yang berani mempercayai Allah siapapun pemimpin yang ada di atas mereka.

Satu hari setelah kemenangan Trump, pemandu acara bincang-bincang Late Show, Stephen Colbert mengatakan begini: negaramu itu seperti keluargamu—kamu tidak bisa pergi begitu saja ketika kamu merasa tidak senang.

Orang-orang yang berani mempercayai Allah siapapun pemimpin yang ada di atas mereka.

Apakah artinya pernyataan ini bagi Anda? Apakah Anda orang Amerika yang berharap perbedaan di negara Anda? Atau mungkin Anda tinggal di negara di mana orang-orang Kristen mengalami tekanan berat?

Seperti apapun pemerintahan negara Anda saat ini, Anda bisa menjadi berani di dalamnya.

Bagaimanakah penerapannya untuk menjadi berani bertahan dan berani menghargai negara Anda meskipun Anda tidak menyetujui setiap hal yang dilakukan oleh pemimpin dalam pemerintahan?

Menjadi berani itu seperti berdoa. Itu seperti mendoakan para pemimpin untuk datang kepada Kristus. Itu berarti mengasihi orang-orang di negara Anda dan tetap berpegang pada nilai-nilai Alkitab.

Apapun kondisi politik yang terjadi pada saat Anda membaca renungan ini, Anda bisa menjadi berani. Bertahanlah, kawan.

JADILAH BERANI: Berdoalah untuk para pemimpin di negaramu.

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top