Kamis, 21 April 2022
Bacaan : Yakobus 4 : 1-10
Dan kalaupun kalian sudah memintanya, kalian toh tidak mendapatnya, sebab tujuan permintaanmu salah; apa yang kalian minta adalah untuk kesenangan diri sendiri. (Yakobus 4:3—BIMK)
Motivasi Anda dalam berdoa penting bagi Allah. Banyak kali di dalam Perjanjian Baru, kita melihat orang Farisi, para pemimpin agama Yahudi pada zaman Yesus, berdoa dengan motivasi yang salah. Biasanya mereka ingin menunjukkan kebanggaan dirinya sendiri. “Hei, apakah kamu mendengar doa indah yang aku panjatkan? Luar biasa, bukan? Dan aku juga sangat rendah hati dalam hal itu.”
Tuhan tidak bisa dibodohi, Dia tahu hati kita dan apa yang ada di balik permintaan dalam doa kita. Dan kalau kita jujur, kita semua pernah berdoa dengan motivasi yang egois. “Ya Tuhan, biarkan aku menang lotere! Kalau aku menang, aku berjanji akan mempersembahkan setengahnya!” Tetapi Tuhan mungkin berpikir, “Hmm, sekarang saja kamu tidak memberiKu sepersepuluh! Kamu tidak sungguh-sungguh mau memberi persembahan. Kamu hanya memikirkan dirimu sendiri.”
Kadang-kadang kita mendoakan orang lain hanya supaya menguntungkan hidup kita. “Ya Tuhan, tolong berikan promosi besar untuk boss saya! Dan kalau nantinya saya yang menggantikan posisinya, itu oke juga.” Daripada menyamarkan permintaan kita sebagai kebaikan terhadap orang lain, seharusnya kita jujur saja kepada Tuhan. Ketika kita mengatakan kebenaran kepada Bapa, seringkali kita lalu tidak jadi mengutarakan permintaan yang tadinya akan kita ucapkan! Motivasi kita penting bagi Tuhan.
Kalau Tuhan menjawab semua doa yang Anda doakan minggu lalu, hal apakah yang akan menjadi lebih baik di dunia hari ini?
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, aku mau datang kepadaMu dengan hati yang murni. Biarlah motivasiku tetap terjaga murni untuk memuliakan Engkau dan membesarkan kerajaanMu. Tolonglah aku untuk selalu mengutamakan Engkau, dan bukan diriku sendiri.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

