Menjadi Mentor

Senin, 8 Februari 2021

Bacaan : 2 Tesalonika 3 : 6-15

Ikutlah teladan saya, seperti saya pun mengikuti teladan Kristus. (1 Korintus 11:1—BIMK)

Beberapa tahun yang lalu, saya sedang nongkrong bersama dua orang teman perempuan dari komsel gereja, mengobrol tentang kuliah dan cowok dan musim Lent dan hal-hal cewek lainnya. Kami mendiskusikan rencana kami untuk komsel malam itu, dan saya berkata, sambil lalu, bahwa mereka harus membawa jurnal mereka. Yang membuat saya kaget, tak seorang pun dari mereka mempunyai jurnal. Butuh waktu beberapa menit untuk saya mengingat bahwa mereka tidak lebih dari tua dari saya ketika saya mulai menulis jurnal harian.

Jadi malam hari itu, ketika mereka datang dan kami selesai makan sup taco kami, saya menarik sebuah kotak plastik besar dan bening dari lemari saya dan menunjukkan kepada mereka koleksi jurnal selama masa pertumbuhan saya.

Setiap buku notes yang pernah saya tulis, saya coret-coret, saya tangisi selama lebih dari dua puluh tahun tersimpan dalam wadah itu. Saya menarik satu notes tertentu dan menceritakan kepada mereka mengenai kenangan saya selama musim kehidupan itu. Salah satu notes dengan foto hitam putih anak laki-laki dan anak perempuan adalah dari masa-masa awal kuliah saya, pernah ketinggalan di gereja dan saya sangat panik karena saya menulis tentang cowok yang saya suka di situ. Buku dengan lukisan tangan perlengkapan senjata Allah telah menemani saya selama perjalanan misi yang saya pimpin. Dan saya menunjukkan kepada mereka buku yang pertama, yang ada bintang putih emas, bahkan tidak terisi sampai separuh, tetapi isinya sangat berarti.

Itu adalah pengalaman-pengalaman yang indah untuk mereka bisa melihat sejarah hidup saya dan bagi saya untuk kembali melihat musim-musim kehidupan saya di mana saya bertumbuh.

Alkitab menantang setiap kita untuk menjadi teladan dan juga mengajar dan memberi hidup untuk mereka yang lebih muda, atau yang berada beberapa langkah di belakang kita.

Alkitab menantang setiap kita untuk menjadi teladan dan juga mengajar dan memberi hidup untuk mereka yang lebih muda, atau yang berada beberapa langkah di belakang kita. Mementori anak-anak SMA dan mahasiswa telah memberikan sukacita besar bagi saya. Ini adalah persembahan hidup untuk melakukan apa yang Tuhan ajarkan dan meneruskannya kepada mereka yang berada tepat di belakang Anda dalam perjalanan hidup ini.

Penghalang yang biasanya dirasakan orang-orang adalah mereka merasa tidak layak. Siapa saya yang pantas mementori orang lain? Kalau Anda berjalan bersama Yesus, Anda memiliki hikmat untuk mengajarkan kepada mereka yang belum berjalan bersama Dia selama yang Anda alami.

Orang-orang yang berani tidak hanya mencurahkan harapan dan impiannya. Mereka juga mencurahkan hikmat dan waktu serta kasihnya kepada orang lain.

JADILAH BERANI: Pikirkanlah seseorang yang lebih muda dari Anda yang bisa Anda ajak mengobrol atau minum kopi bersama dalam minggu ini. Hubungi dia dan agendakan untuk bertemu.

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top