Sabtu, 14 Mei 2022
Bacaan : Matius 22 : 34-40
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; … (Imamat 19:18)
Karena keluarga saya tinggal di daerah terpencil, tetangga terdekat kami berada cukup jauh. Dengan jarak yang cukup jauh antara rumah kami dan tetangga kami, saya kadang merasa kami bebas dan tidak terganggu oleh orang lain. Tidaklah sulit bersikap ramah kalau Anda hanya berpapasan di jalan sesekali saja.
Yesus mendefinisikan sesama itu termasuk semua orang, bukan saja orang yang dekat secara jarak fisik. Sesama itu ada di sekitar kita, entah kita mengenal nama mereka atau tidak memperhatikan mereka sama sekali.
Wanita di cafe yang menghidangkan kopi kepada kita, pria tua di dalam bis yang duduk di seberang kita, anak baru dalam komunitas remaja di gereja. Rekan kerja yang mengganggu kita dengan aroma kopinya yang aneh dan video-video kucing setiap hari. Kerabat jauh yang baru saja masuk ke panti lansia. Seorang ibu tunggal dan dua anak perempuannya di antrian supermarket.
Yesus memberi tahu kita bahwa setiap orang yang berhubungan dengan kita adalah sesama. Kita harus memperlakukan mereka—tepatnya, mengasihi mereka—dengan cara yang sama seperti kita mengasihi diri sendiri, terutama ketika mereka membutuhkan dan kita bisa menolong mereka.
Hari ini perhatikanlah orang-orang yang Anda temui, bukan hanya mereka yang tinggal di samping rumah atau seberang jalan. Cobalah untuk menunjukkan kasih Kristus kepada mereka melalui sikap dan tindakan Anda.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, tolonglah aku untuk dapat mengasihi sesamaku seperti diriku sendiri, untuk mendahulukan kebutuhan mereka di atas kepentinganku sendiri.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

