Mengakui Kesalahan

Selasa, 25 Oktober 2022

Bacaan : Kolose 3 : 12-15

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. (Kolose 3:13)

Suatu kali Amy terlambat, dan seluruh keluarga kami naik ke mobil lewat dari jadwal yang seharusnya. Dalam keadaan frustasi, saya menginjak pedal gas mobil minivan saya seolah-olah itu adalah mobil Mustang. Ketika Amy memberi tahu supaya saya tidak ngebut, dengan kesal, saya malah menambah kecepatan. Setelah melewatkan jalan putar, saya memutar mobil saya 180 derajat seperti dalam film Fast and Furious di tengah jalan raya empat jalur.

Anak-anak terlempar ke segala penjuru dan berteriak ketakutan. Untungnya, tidak ada mobil lain di dekat kami yang bisa berbenturan, dan tidak ada seorang pun yang terluka. Sementara saya meluruskan posisi kendaraan, seisi mobil terdiam. Tak ada yang berbicara. Tak ada yang bergerak. Tak ada yang menarik nafas.

Akhirnya, putri sulung kami, saat itu berumur 12 tahun, berkata, “Papa, Papa harus menepikan mobil ini, dan Mama harus memukulmu dengan keras!”

Dia benar. Saya barusan bertingkah seperti Anda-tahu-kan. Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah mengakui kesalahan dan meminta maaf. “Aku sudah mengacau. Aku minta maaf. Yang kulakukan itu tadi salah. Maafkan aku ya?” saya mengucapkannya dengan tulus.

Tentu saja mereka semua memaafkan saya tapi tetap saja sering menceritakan kisah “Papa harus dipukul” itu. Mereka tahu saya tidak sempurna, dan saya tidak berpura-pura menjadi sempurna. Tetapi mereka juga tahu bahwa saya mengasihi Tuhan dan ingin menyenangkan Dia. Ketika saya tidak bertindak demikian, saya melakukan yang harus dilakukan semua orang dan memohon pertolongan dan pengampunanNya.

Apakah Anda perlu meminta maaf kepada seseorang? Hari ini perhatikanlah konsekuensi dari keputusan Anda yang berdampak terhadap orang-orang di sekeliling Anda.

DOA KEKUATAN

Ya Tuhan, aku tahu bahwa aku jauh dari sempurna dan seringkali gagal menaatiMu. Ampunilah aku ketika aku gagal, dan berikanlah aku kekuatan untuk juga meminta maaf kepada orang-orang dengan siapa aku bersalah.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top