Jumat, 7 Agustus 2020
Bacaan : Matius 22 : 34-40
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Matius 22:37)
Kita diciptakan untuk saling berhubungan. Allah menciptakan kita untuk membangun hubungan denganNya. Adam bergantung pada hubungan dengan Allah untuk hidupnya. Manusia pertama tidak pernah menjadi makhluk yang hidup sebelum Allah menghembuskan nafas ke dalamnya. Namun Tuhan tidak berhenti di sana. Dia juga berkata, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja” (Kej 2:18), maka Dia menjadikan Hawa.
Tanyakanlah kepada setiap narapidana, hukuman apa yang paling menakutkan dalam penjara; mereka akan mengatakan ruang isolasi, di mana mereka dikurung seorang diri dalam ruang yang gelap dan sempit. Kita tidak pernah dimaksudkan untuk hidup seorang diri. Berhubungan dengan orang lain ada dalam inti rencana Allah dan ini sangat vital bagi kehidupan kita.
Dalam setiap waktu kita memiliki 3 macam hubungan; dengan Allah, dengan diri sendiri dan dengan orang lain. Jika ada salah satu di antara hubungan tersebut yang tidak seimbang, akan mempengaruhi yang lainnya juga. Masalahnya adalah kebanyakan kita mempunyai hubungan yang tidak seimbang. Jadi apa yang bisa kita perbuat? Ketika Yesus ditanya hukum manakah yang terbesar, Ia berkata, “Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia” (Mat 22:36-40). Ketika kita mengasihi sesama hubungan kita menjadi sehat. Ketika kita berkomitmen kepada orang lain hubungan kita menjadi bermakna. Komitmen memerlukan waktu dan tenaga; itu juga berarti mempelajari keahlian baru. Saya berharap supaya Anda dapat melakukan investasi yang berarti dalam hubungan tersebut karena kualitas hubungan kita akan secara langsung mempengaruhi kualitas hidup kita.
From “One Month to Live” by Kerry and Chris Shook

