Memiliki Kehidupan dan Sukacita

Minggu, 6 Agustus 2023

Bacaan : Yohanes 16 : 16-33

Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. (Yohanes 16:22)

Anda telah akrab dengan dilema keinginan—betapa mengerikan rasanya membuka hati Anda untuk sukacita, tetapi malah kesedihan yang datang. Keduanya pergi bersama-sama, tetapi bagaimana Anda hidup dalam dunia dengan keinginan yang begitu dalam di dalam diri Anda, tetapi kekecewaan selalu mengintai di balik setiap sudut?

Apakah Anda bahkan cukup berani untuk memiliki keinginan? Apakah Anda menghindari persahabatan karena kemungkinan akan direnggut dari Anda? Menolak mengasihi karena kemungkinan akan terluka? Meninggalkan impian Anda karena pengharapan telah tertunda? Menginginkan berarti membuka hati Anda terhadap kemungkinan rasa sakit; menutup hati Anda berarti mati sama sekali. “Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan” (Amsal 13:12). Jalan Anda menuju kehidupan dan sukacita terbentang melalui, bukan di sekitar, kerinduan atas harapan yang tertunda. Seorang teman baik pernah mengungkapkan dilema ini: “Selama puluhan tahun saya telah mencoba mengendalikan hidup saya dengan cara membunuh keinginan, tetapi saya tak sanggup lagi. Bagaimanapun, mengijinkan hal itu sangat menakutkan—saya harus menyerahkan kendali atas hidup saya. Apakah ada pilihan lain?”

Kawan, membunuh keinginan berarti membunuh hati Anda. Dan hati yang mati bukanlah tujuan Anda diciptakan. Allah ingin menjadi Gembala jiwa Anda, dan menuntun Anda menuju kehidupan dan sukacita yang tersedia bagi Anda.

~***~

Bagaimanakah Anda menangani keinginan hati Anda akhir-akhir ini?

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top