Sabtu, 22 Juli 2023
Bacaan : Amsal 4 : 20-27
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, … (Ibrani 11:3)
Adakah kenyataan yang sesuai dengan keinginan hati Anda yang terdalam? Siapakah yang mendapatkan kalimat terakhir—kehidupan atau kematian? Anda perlu mengetahuinya, maka Anda terus mencoba untuk memahami pengalaman Anda. Anda mencari koherensi, sebuah jaminan bahwa semuanya cocok satu sama lain. Masalahnya adalah kebanyakan kita menjalani kehidupan kita seperti menonton film tetapi terlambat 20 menit tiba di bioskop. Aksinya sudah dimulai dan kita tidak mengerti apa yang terjadi. Siapa orang-orang ini? Mana orang yang jahat dan mana yang baik? Apa yang sedang terjadi? Anda merasakan bahwa ada sesuatu yang besar yang sedang terjadi, tapi semuanya tampak begitu acak.
Tidak heran begitu sulit hidup dari hati Anda! Anda menemukan diri Anda di tengah-tengah kisah yang terkadang indah, terkadang susah, dan Anda sama sekali tidak tahu bagaimana memahami semuanya. Lebih buruk lagi, Anda mencoba menerjemahkan makna hidup ini dengan kejadian, perasaan, dan gambar-gambar tanpa mengacu kepada kisah yang hanya merupakan bagian dari adegan-adegan ini. Ini tidak dapat dilakukan, maka Anda mencari seseorang untuk menerjemahkan hidup untuk Anda. Penerjemah Anda mungkin adalah orang-orang utama dalam hidup Anda ketika Anda masih muda—orang tua Anda, kakek nenek, atau orang kunci lainnya. Mereka membentuk pemahaman Anda tentang kisah di mana Anda akan menemukan diri Anda, dan mengarahkan komitmen yang Anda buat untuk menjaga hati Anda.
~***~
Ini layak untuk direnungkan. Siapakah para “penerjemah” utama Anda? Apakah “kisah” yang mereka berikan kepada Anda? Apakah itu tentang bertahan hidup? Tentang mendapatkan hidup yang bahagia? Atau menyenangkan orang lain?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

