Rabu, 15 Maret 2023
Bacaan : Lukas 15 : 11-24
… Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. (Lukas 15:20)
Ketika Yesus mati, tirai Bait Suci terbelah menjadi dua. Robek, dari atas ke bawah. Dan siapakah yang melakukannya? Tentu saja bukan para imam. Itu adalah Allah sendiri. Ia mengambil tirai itu dan merobeknya menjadi dua.
Lalu mengapa kita bersikeras untuk menjahitnya kembali? Banyak dari apa yang dianggap sebagai ibadah, sakraman, dan pengajaran di lingkungan Kristen sedang berusaha memasang tirai ini kembali. Ini dilakukan oleh roh yang sama yang mengatakan, “Allah itu terlalu kudus untuk kita hampiri.” Kita tidak bisa terlalu dekat dengan Allah. Jangan mencoba-coba untuk datang terlalu dekat.
Mereka mencoba membangun kembali Ruang Mahakudus atas nama penghormatan. Kecuali adalah Allah sendiri yang merobek tirai itu selamanya dengan tanganNya sendiri. Selesai sudah. Memahami kebenaran ini akan membukakan alam yang baru dalam hubungan Anda dengan Yesus, memampukan hati Anda untuk mengasihi Dia.
Ingatkah Anda perumpamaan yang diceritakanNya tentang Anak yang Hilang? Yesus menjelaskan bagaimana Allah mau terhubung dengan kita. Dengan menggunakan ungkapan “merangkul dan mencium dia”, Ia benar-benar mengatakan bahwa bapa merangkul dan menciumnya. Apakah ini terdengar seperti lagu yang sering Anda nyanyikan, doa yang diucapkan, cara kita menghampiri Tuhan di dalam gereja? Saya harap begitu.
~***~
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengasihiku. Bawalah aku mendekat kepadaMu hari ini. Aku membutuhkan Engkau. Aku membutuhkan kasih dan pelukanMu. Biarlah aku mendekat.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

