Kamis, 17 Februari 2022
Bacaan : Lukas 5 : 27-32
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3:20)
Beberapa orang teman saya punya hak istimewa yang kami sebut dengan “akses kulkas”. Ketika kami berkunjung satu sama lain, kami punya hak untuk beranjak dari kursi, jalan-jalan ke dapur, membuka kulkas, dan mengambil minuman atau snack sendiri. Kami memperlakukan satu sama lain seperti anggota keluarga dan menikmati perasaan akrab seperti “di rumah” satu sama lain.
Yesus ingin memiliki keintiman persekutuan yang sama dengan kita, seperti dua orang teman lama duduk di sekeliling meja dapur dan menikmati makan dadakan. Ia sepertinya benar-benar menikmati memecah-mecahkan roti bersama kelompok orang yang berbeda-beda. Mulai dari memberi makan lima ribu orang sampai pada Perjamuan Terakhir, Yesus tahu bahwa makan bersama menciptakan pengalaman bersama dan mengingatkan kita akan kesamaan kita. Bahkan setelah kebangkitanNya, Ia menyiapkan sarapan di pantai untuk murid-muridNya yang telah melaut semalaman.
Ketika kita mengundang Kristus ke dalam hidup kita, kita membuka pintu untuk hubungan yang intim dengan Juruselamat kita. Dia bukanlah Raja yang menyendiri, berjarak, terpisah dan memerintah dari jauh. Tidak, Ia memasuki kehidupan kita dengan keakraban yang nyaman dan rasa kekeluargaan, seakrab berbagi makanan dengan seorang teman. Hubungan kita dengan Yesus adalah dasar dari semua pertemanan yang kita miliki.
DOA KEKUATAN
Tuhan Yesus, terima kasih Engku telah masuk dalam hatiku dan memberiku hidup yang baru. Aku mengasihiMu, Tuhan, dan aku mau mengikutiMu di semua area kehidupanku. Tolonglah aku untuk mengasihi teman-temanku seperti Engkau mengasihiku.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

