Lapar Keinginan

Minggu, 5 Februari 2023

Bacaan : Mazmur 33 : 13-22

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, (Mazmur 33:18)

Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang rakus; rasa lapar akan keinginan menghantui setiap kita. Kita diciptakan untuk kebahagiaan, sukacita dan kehidupan. Tetapi sejak manusia kehilangan Taman Eden, kita tidak pernah lagi mengenal hari yang kepenuhan. Manusia menjadi seperti bunga potong—penampilannya seperti baik-baik saja, namun kita menderita karena terpisah dari pokok anggur, mati-matian mencari apapun yang dapat meredakan rasa sakit itu. Kita menjadi makhluk yang rakus.

Kita tidak lagi mempercayai siapapun atau apapun. Setiap institusi yang tadinya menyediakan stabilitas psikologi dan moral telah runtuh—keluarga, komunitas, persekutuan gereja telah runtuh—menambahkan daftar keputusasaan tak terkendali pada rasa lapar yang luar biasa itu.

Lalu dunia menghalangi keinginan lapar kita itu. Orang-orang tidak memperlakukan sebagaimana kita ingin diperlakukan, dan ketika ada orang yang menghalangi rasa lapar kita yang luar biasa itu, mereka akan merasakan amukan kemarahan kita.

Inilah kondisi saat ini—rakus dan semakin putus asa. Dan sepertinya tidak ada yang dapat menghentikan kekacauan itu. Sesuatu sedang terjadi di dalam hati manusia; kita telah kehilangan harapan. Kita perlu memahami hal ini jika kita ingin mengerti tentang kerinduan kita akan pengharapan yang dijanjikan.

~***~

Pernahkah Anda memperhatikan ketidaksabaran dalam diri Anda akhir-akhir ini? Mungkin kemarahan yang berkembang? Adakah sesuatu yang tengah menghalangi rasa “lapar keinginan” Anda?

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top