Rabu, 20 September 2023
Bacaan : 1 Tawarikh 22 : 11-19
Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. … (1 Tawarikh 22:19)
Fransiskus Asisi disebut sebagai “Kristus kedua” karena kehidupannya yang diserahkan secara total untuk mengekspresikan kehidupan Yesus. Apa yang dapat dipelajari dari seorang yang mengabdi dengan sungguh-sungguh? “Seperti Santo Fransiskus tidak mengasihi kemanusiaan namun manusia, demikian juga dia tidak mengasihi Kekristenan melainkan Kristus,” tulis G.K. Chesterton. Wow. Renungkanlah ini. Fransiskus tidak jatuh cinta pada gereja; ia jatuh cinta kepada Yesus. “Keagamaannya bukanlah seperti teori namun bagaikan kisah cinta.”
Siapakah yang bahkan mengingat dia karena hal itu? Jika orang-orang mengenal dia sekarang, itu hanya sebagai patung di taman biara bersama burung-burung dan kelinci. Ia telah dibuat menjadi kartun oleh kabut keagamaan, seperti yang telah terjadi pada Yesus. Hal ini membawa kita kembali ke sesuatu yang penting untuk mengasihi Yesus, untuk membuat iman Anda lebih seperti kisah cinta—Anda harus memutuskan hubungan dengan keagamaan. Jika Anda menginginkan Yesus, jika Anda menginginkan kesembuhanNya, kehidupanNya, Anda harus mengakhiri hubungan dengan selimut keagamaan.
~***~
“Agama” telah banyak menaruh selubung dan mengganggu cara pandang orang tentang Yesus. Bagaimana dengan Anda—dapatkah Anda melihat cara-cara di mana Anda masih memegang “kaca buram” dalam memandang Yesus?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

