Kepribadian Yesus

Sabtu, 2 September 2023

Bacaan : Yohanes 1 : 1-14

Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. (Yohanes 1:5)

Pesan teks telah membawa saya kepada banyak masalah. Alasannya sederhana—nada suara saya tidak dapat menginterpretasikan kata-katanya. Ini berbahaya. 

Demikian juga, tanpa nada suara Yesus, apa yang ada di mataNya, senyuman yang tak tertahan, tatapan yang tak teralihkan, Anda bisa salah menafsirkan banyak hal. Membaca Injil tanpa mengenal pribadi Yesus itu ibarat menonton televisi dengan suaranya dimatikan. Anda hanya akan melihat tampilan dua-dimensi yang sangat kering dari seseorang melakukan hal yang aneh dan tak dapat dipahami.

Apa yang muncul dalam pikiran Anda ketika Anda memikirkan tentang Yesus? Jika Anda menelusuri banyak buku dan kitab untuk mencari kata yang paling banyak digunakan untuk menggambarkan tentang Dia, Anda akan mendapatkan: penuh kasih dan belas kasihan.

Sifat yang sangat indah, dan ini benar tentang Yesus. Tetapi hanya dua-dimensi. Terutama ketika nilai ini diwarnai dengan nuansa keagamaan. Kasih menjadi sangat manis dan belas kasihan menjadi lunak dan lemah. Mengasihi dan berbelas kasihan—itu seperti mencoba menyukai kartu ucapan semoga-lekas-sembuh.

Para penulis muda didorong untuk “menemukan suara mereka”, karena kepribadianlah yang membedakan sebuah novel yang bagus dengan buku telepon. Keduanya berisi kata-kata. Hanya satu yang layak dibaca. Kepribadian yang membuat seseorang menjadi seseorang, dan bukan semua orang, atau sembarang orang. Ketika Anda kehilangan kepribadian Yesus, Anda kehilangan Yesus.

~***~

Bagaimanakah Anda menggambarkan kepribadian Yesus? Apakah itu masih terdengar agak dua-dimensi?

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top