Rabu, 9 Agustus 2023
Bacaan : Yehezkiel 36 : 23-28
… Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Roma 8:30)
Ketika Anda kembali berkaca sesaat di depan cermin, ketika Anda berhenti sejenak untuk melihat kembali sebuah foto, hati Anda sedang mencari kemuliaan yang seharusnya Anda miliki, jika hanya karena Anda tahu Anda sangat mendambakannya. Anda samar-samar mengingat bahwa dulunya Anda lebih dari sekarang.
Kisah Anda tidak dimulai dengan dosa, dan puji Tuhan, juga tidak diakhiri dengan dosa. Itu akan diakhiri dengan kemuliaan yang dipulihkan. Dan sementara itu, Anda telah diubahkan, dan Anda sedang diubahkan. Anda telah diberikan hati yang baru. Sekarang Allah sedang memulihkan kemuliaan Anda. Dia membawa Anda ke kepenuhan hidup. Karena kemuliaan Allah maka Anda menerima kepenuhan hidup.
“Yah, kalau semua ini benar, mengapa saya belum melihatnya?” Tepat sekali. Kenyataan bahwa Anda belum melihat hati Anda yang baik dan kemuliaan Anda hanyalah bukti betapa serangan itu telah berhasil terhadap Anda. Anda tidak melihat diri Anda dengan jelas. Anda berada di bawah mantra, kewaspadaan dan kehampaan, tanpa gagasan tentang siapa diri Anda sebenarnya. Kemuliaan apapun yang Tuhan sediakan, kemuliaan apapun yang sedang dipulihkan, Anda berpikir bahwa semua hal Kekristenan ini hanyalah tentang berusaha tidak berbuat dosa, pergi ke gereja, berperilaku baik. Yesus berkata bahwa Ia sedang memulihkan hati Anda, membebaskannya, dan memulihkan kemuliaan Anda.
~***~
Luangkan waktu beberapa menit di depan cermin. Apakah yang timbul dalam hati Anda? Apa yang Anda katakan kepada diri Anda sendiri? Seringkali yang muncul adalah kata-kata yang kurang baik. Ada baiknya meninggalkan hal tersebut, supaya hati Anda bisa keluar dari penghinaan-terhadap-diri-sendiri. Cobalah.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

