Ke Arah yang Benar

Selasa, 11 Januari 2022

Bacaan : Amsal 12 : 15-28

Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak. (Amsal 12:15)

Sebagai seorang pendeta, saya telah duduk bersama banyak orang yang penuh dengan penyesalan, hati saya sangat sedih saat mereka bertanya dengan berlinang air mata, “Mengapa aku melakukan itu? Apa yang kupikirkan? Aku akan melakukan apapun untuk bisa kembali dan mengambil pilihan yang berbeda!”

Salah satu keputusan terbaik dan sederhana yang dapat kita buat ketika kita menghadapi pilihan-pilihan yang impulsif (tindakan yang dilakukan tanpa pikir panjang) atau dilema berisiko tinggi adalah untuk berhenti. Ambillah waktu jeda. Tekan tombol Pause. Pikirkanlah kembali. Bawalah dalam tidur. Mintalah nasihat yang bijak dari orang yang Anda percaya.

Selama waktu tersebut, cobalah memvisualisasikan apa yang kira-kira bakal terjadi dengan setiap pilihan yang Anda ambil. Ketika berhadapan dengan keputusan, saya mencoba menggambarkan kira-kira seperti apa konsekuensi dari beberapa pilihan saya itu. Saya melihat posisi di mana saya berada, mempertimbangkan jarak antara posisi saya saat itu dan kemana saya akan pergi, lalu memilih untuk bergerak ke arah tujuan yang saya inginkan tersebut. Bahkan ketika sepertinya saya hanya mengambil langkah-langkah kecil, selama saya menuju ke arah yang benar, saya tahu bahwa saya semakin dekat dengan apa yang terbaik dari Tuhan.

Sebagian besar dari kita memiliki niat baik, atau setidaknya semacam pembenaran diri, untuk hal-hal yang kita lakukan. Namun banyak juga di antara kita yang kaget ketika mendapati diri kita berada jauh dari tempat tujuan yang kita inginkan. Perubahan besar dalam hidup kita—baik positif maupun negatif—jarang sekali terjadi tanpa serangkaian keputusan yang terakumulasi sampai akhirnya momentum tersebut menciptakan dampak yang signifikan.

Hari ini pastikanlah langkah yang Anda ambil menuju ke arah yang benar.

DOA KEKUATAN

Tuhan Yesus, hari ini aku mau mengikut Engkau dan tidak membiarkan langkahku menyimpang dari jalanMu. Aku mau mempercayakan arah hidupku kepadaMu—bukan kepada perasaanku, pada situasi, ataupun pendapat orang lain.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top