Kamis, 10 Februari 2022
Bacaan : 1 Petrus 4 : 7-11
Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. (1 Petrus 4:8)
Waktu saya masih lebih muda dan belum mempunyai anak, saya sering merasa heran bagaimana orang tua saya bisa tetap mengasihi saya ketika saya tidak taat dan melakukan hal-hal yang bodoh. Saya tahu mereka mengasihi saya, namun saya sepertinya masih mau terus menguji kasih itu. Di saat-saat itu, saya merasa tidak layak menerima kasih mereka.
Bahkan di masa sekarang, ketika kita memikirkan ada penjahat yang membunuh, mencuri, dan menyakiti orang lain, sulit dipahami bagaimana keluarga mereka masih tetap mengasihi mereka. Tetapi bahkan seorang pelaku kejahatan keji pun adalah anak dari seseorang, mungkin suami atau istri seseorang, kakak atau adik seseorang, dan orang tua dari seorang anak. Orang-orang yang tetap mengasihi mereka tentu melihat seorang pribadi yang mereka kasihi di balik tindakan kejahatan yang telah mereka lakukan.
Mungkin kebanyakan kita tidak menganggap diri kita sebagai penjahat, tetapi kita semua pada dasarnya adalah orang berdosa. Namun melalui kuasa pengorbanan Kristus di kayu salib, Allah melihat melampaui kelemahan dan kekurangan kita dan mengangkat kita menjadi anak-anak yang dikasihiNya. KasihNya melingkupi kita dengan tidak bergantung dari apa yang telah kita lakukan. Demikian juga, kita tidak mendapatkan kasihNya dengan cara berbuat baik. Kasih Tuhan tidak bersyarat.
Kalau mau jujur, kita tahu bahwa kita berdosa dan pantas dihukum. Tetapi kasih Bapa kita melampaui bahkan hal-hal terburuk yang kita lakukan. Kita bisa menjadi manusia baru yang merdeka, diubahkan oleh RohNya.
DOA KEKUATAN
Tuhan Yesus, terkadang aku menghakimi orang-orang atas apa yang mereka lakukan dan menghukum mereka di dalam hatiku. Tolonglah aku untuk dapat menunjukkan belas kasihan dan kasih yang sama yang Engkau tunjukkan bagiku kepada orang-orang di sekitarku hari ini.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

