Selasa, 20 Juni 2023
Bacaan : Mazmur 42
Jiwaku hanyut dalam arus kesedihan, aku dilanda banjir kekacauan; … (Mazmur 42:7—BIMK)
Di satu sisi, jiwa Anda berseru kepada Yesus. Anda mendambakan hidupNya di dalam Anda, kasihNya, kedekatanNya. Dalam tingkat kesadaran, Anda merindukan penghiburanNya, nasihatNya, persahabatanNya.
Di sisi lain, Anda menjaga jarak secukupnya. Dia sungguh benar, berada dekat denganNya jadi meresahkan karena itu akan mengungkapkan segala sesuatu yang tidak benar dalam diri Anda. Terkadang dalam arti yang sangat spesifik. Ini tidak terjadi dalam satu rentetan, Ia terlalu murah hati untuk itu. Ini tidak selalu dimulai dengan sangat jelas. Anda merasa gelisah di hadapanNya, seperti yang Anda rasakan ketika berhadapan dengan seekor gorila. Anda menarik diri.
Inilah sebabnya sikap hormat yang palsu itu diterima—seperti menjalin hubungan jarak jauh (LDR). Hubungan itu tidak terlalu mengganggu kehidupan Anda. Ada jarak yang cukup aman. Anda mengamankan diri terhadap pengalaman penuh dalam hadirat Yesus karena Dia sangat menggelisahkan. Tidak ada yang bisa berpura-pura di hadapan Yesus, Anda tidak bisa bersandar pada idola ataupun agenda Anda sendiri. Anda merasakan ini secara intuitif, maka Anda menjaga jarak tanpa benar-benar terlihat seperti Anda sedang menjaga jarak.
Dalam hal mengalami Yesus lebih dalam lagi dalam hidup Anda, semua tergantung dari apakah Anda mau terbuka terhadap pengalaman itu—apa yang telah diberitahukan kepada Anda tentang apa saja yang bisa Anda alami, dan dengan apa Anda merasa nyaman. Apakah Anda bersedia membiarkan Yesus menjadi diriNya sendiri bersama Anda?
~***~
Bersediakah Anda?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

