Hidup dalam Kekekalan

Rabu, 31 Agustus 2022

Bacaan : Wahyu 21 : 1-8

Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1 Yohanes 2:17)

Ketika saya pertama kali melayani upacara pemakaman, saya sampai di bagian akhir ibadah penguburan. Pendeta biasanya berkata, “Yang berasal dari tanah, akan kembali ke tanah.” Jadi saya mengucapkan kalimat yang terkenal itu. Karena saya lupa apa kelanjutannya, maka saya berimprovisasi. Karena berpikir ini akan jadi lucu, saya berkata, “Yang berasal dari tanah, kembali ke tanah. Debu kembali menjadi debu. Semoga saja peti ini tidak lapuk dan berubah menjadi debu.”

Saya pikir itu lucu. Tapi tak seorang pun berpikir demikian. Mungkin karena kematian bukanlah sesuatu untuk bisa ditertawakan. Tetapi budaya kita sepertinya tertarik dengan kehidupan setelah kematian, hal-hal detil tentang surga, dan apa yang terjadi setelah tubuh kita di bumi ini kadaluarsa. Dalam banyak film, acara TV, dan buku-buku, banyak karakter favorit sepertinya sering dan secara ajaib kembali dari kematian. Dalam sinetron-sinetron seperti menjadi hal yang klise dan penonton tahu bahwa karakter yang meninggal itu nantinya akan kembali lagi dalam beberapa bulan ke depan.

Kadang-kadang saya kuatir kalau penggambaran akan kematian ini membuatnya kelihatan hanya hal yang sementara, dapat dibalikkan atau sepele. Karena kenyataannya tetaplah bahwa waktu kita di dunia ini terbatas. Tubuh kita pada akhirnya akan mati. Bagaimanapun, jika kita mempercayai Kristus sebagai Juruselamat kita, maka kita memiliki hidup yang kekal bersama Dia dan Bapa kita di surga. Sementara kita tidak tahu seperti apa tepatnya nanti, kita diberi tahu bahwa tidak akan ada lagi air mata, penderitaan, dan kekuatiran.

Entah Anda hidup sampai seratus tahun, atau mungkin Anda akan pulang lebih awal, Anda boleh mendapat ketenangan akan jaminan di mana dan bagaimana Anda akan melewati kekekalan. Ingatlah: surga adalah rumah kita, sekarang dan selamanya. Dunia ini bukan rumah kita. Hari ini, manfaatkanlah waktu yang telah Tuhan berikan kepada Anda sebaik-baiknya.

DOA KEKUATAN

Ya Tuhan, tolonglah aku menggunakan waktuku di dunia ini agar berarti bagiMu dan bagi kerajaanmu. Aku sangat bersyukur atas tujuan hidupku serta jaminan hidup kekal yang kuterima dariMu.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top