Selasa, 17 Oktober 2023
Bacaan : Yesaya 61:1-9
… Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, (Yesaya 61:1)
Saya perkirakan bahwa satu atau beberapa kali Anda pernah menggunakan kalimat, “Yah, sebagian diriku menginginkannya, dan sebagian lainnya tidak.” Anda akrab dengan perasaan ditarik ke arah yang berbeda. Kawan, ini adalah wujud dari luka—dalam dunia yang runtuh ini, tak seorangpun dari kita yang sepenuh hati.
Tentu kita telah melihat bahwa pikiran dan kehendak bisa hancur. Harta yang disebut hati Anda ini juga bisa hancur, telah hancur, dan sekarang berkeping-keping. Ketika menyangkut “kebiasaan” yang tidak dapat Anda hentikan, kemarahan yang muncul entah dari mana, ketakutan yang tidak pernah dapat Anda atasi, atau kelemahan yang tidak ingin Anda akui—kebanyakan hal ini datang dari bagian hati Anda yang hancur yang berseru untuk dipulihkan.
Ketika Yesaya menyampaikan janji bahwa Mesias akan datang untuk menyembuhkan hati yang hancur, ia tidak sekedar berbicara secara puitis. Bahasa Ibrani yang digunakan adalah leb shabar—leb berarti hati, shabar berarti hancur. Yesaya memakai kata shabar untuk menggambarkan semak-semak yang “rantingnya kering” dan mati (Yes 27:11). Tuhan secara harfiah berkata, “Hatimu telah hancur. Aku mau menyembuhkannya.”
~***~
Ini adalah sebuah pemikiran baru bagi banyak orang. Tahukah Anda bahwa hati Anda bisa terbagi-bagi? Apakah Anda sadar pernah merasa “terbagi” di dalam diri Anda? Tuhan dapat menyembuhkan keterbagian kita itu, tetapi pertama-tama kita harus menyadarinya. Adakah situasi di mana tiba-tiba membuat Anda merasa seperti berusia lima atau sembilan atau enam belas tahun lagi? Tuliskanlah beberapa pemikiran tentang hal itu.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

