Drama Alam Semesta

Senin, 22 Mei 2023

Bacaan : Ayub 1 : 6-12

… Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. (1 Yohanes 4:16)

Hal-hal yang telah terjadi kepada Anda seringkali membuat Anda berpikir bahwa naskah dari peranan yang Anda mainkan adalah “Allah acuh tak acuh.” Jauh di lubuk hati Anda, di tempat di mana kisah itu terbentuk, pengalaman dari Allah yang acuh tak acuh itu mendorong Anda untuk menuliskan naskah Anda sendiri. Tampaknya Ayub hidup dengan kecemasan tentang Allah bahkan sebelum kesengsaraan yang dialaminya (Ayub 3:23).

Ayub adalah seorang yang takut akan Allah namun sesuatu dalam dirinya berpikir bahwa iman dalam Tuhan tidak selalu berarti kedamaian dan keamanan. Tentu saja, Ayub tidak mempunyai firasat apapun tentang percakapan yang terjadi di surga antara Allah dengan Iblis. Yang mengherankan, Allah menempatkan persepsi dari integritasNya, sebagaimana reputasi dari seluruh kerajaanNya, pada ketulusan hati Ayub.

Memang, ketika kita mempertimbangkan betapa Ayub menjadi pusat dalam drama yang disutradarai Tuhan ini, kita diperhadapkan pada kenyataan bahwa kita pun bisa berada di posisi yang sama. Tampaknya bagian yang telah dituliskan Allah untuk kita itu terlalu besar dan pasti terlalu berbahaya. Setiap manusia sangat berarti bagi Allah, namun mereka yang datang percaya kepadaNya mendapatkan panggung utama dalam drama alam semesta.

~***~

Anda perlu percaya kebenaran ini seringkali bahkan sebelum Anda merasakannya. Zaman kita telah kehilangan keyakinan, dan dengan itu, tidak ada sesuatupun yang terlihat epik, apalagi hidup kita. Mulailah hari ini dengan: Hidupku adalah bagian dari sesuatu yang sangat epik.

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top