Doa dari Hati

Jumat, 20 Mei 2022

Bacaan : 1 Yohanes 5 : 10-14

Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. (Efesus 3:12)

Ibu saya adalah seorang wanita luar biasa yang tidak takut mengungkapkan isi pikirannya. Dulu ia pernah dirawat di rumah sakit dan akan menjalani operasi. Saya menemaninya dan saya tahu bahwa ia sangat gelisah. Tidak lama sebelum operasi, rohaniwan rumah sakit datang dan bertanya apakah ia mau didoakan.

“Saya lega sekali Anda ada di sini! Ya, tolong doakan saya!” kata ibu.

“Apa agama Anda?” tanya rohaniwan tersebut.

“Kristen,” jawabnya.

“Denominasi?” rohaniwan itu melanjutkan.

“Yah, saya tidak menganut denominasi tertentu—saya hanya orang Kristen.”

Rohaniwan itu tersenyum dan berkata, “Bu, untuk dapat mendoakan Ibu, saya perlu tahu pasti denominasi Ibu—selama ini Ibu bertumbuh di gereja mana?”

Ibu dan saya sama-sama kebingungan. Ibu berkata, “Saya tumbuh di gereja Metodis.”

“Bagus! Tunggu sebentar.” Dan ia membalik-balik buku doanya, melihat daftar isi, sepertinya menemukan doa Metodis yang cocok, dan mulai membaca. “Ya Tuhan, saya berdoa untuk—”

“Tunggu, tunggu!” ibu saya menyela. “Bawa orang ini keluar dari sini dan carikan saya orang yang tahu mendoakan doanya sendiri!”

Saya mungkin sudah merasa sangat malu kalau saja saya tidak terlalu sibuk tertawa!

Ibu saya tahu bahwa kita bisa berdoa dengan berani hanya dengan menjadi diri kita sendiri. Kita tidak perlu menuliskannya atau membaca dari buku doa. Doa yang berani datang dari hati.

DOA KEKUATAN

Tuhan, hari ini aku ingin orang lain bisa melihat betapa aku mengasihiMu. Berikanlah aku keberanian dan kekuatan untuk melangkah sendiri, karena Engkaulah yang akan menyediakan kata-kata yang aku butuhkan. Aku tidak perlu bergantung kepada orang lain.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top