Di Luar dan Di Dalam

Jumat, 9 Juni 2023

Bacaan : Lukas 11 : 37-44

Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. (Lukas 11:38)

Yesus telah menerima undangan makan malam. Setiap tamu sebelumnya telah mencuci tangan sebelum duduk, sesuai dengan tradisi yang tak pernah dilanggar selama berabad-abad. Yesus mengetahui hal ini, tahu bahwa orang memperhatikan setiap gerak-gerikNya. Namun Ia melewati tempat pembasuhan dan langsung duduk. Orang Farisi itu kaget dan heran. Yesus membaca raut wajahnya dan memberikan penjelasan: “Oh—tempat pembasuhan,” Ia berkata seraya mengambil roti. “Itu menutupi masalahnya. Di luar kamu terlihat hebat. Tetapi di dalam, hatimu penuh dengan pemerasan dan kejahatan.”

Hal-hal yang Yesus katakan. Rupanya Ia tidak takut tidak akan diundang makan malam lagi. Pelayanan Yesus secara publik selama tiga tahun adalah sebuah campur tangan yang panjang. Itulah sebabnya Ia melakukan apa yang Dia lakukan. 

Ingatlah, Yesus sedang ada dalam misi untuk menyelamatkan orang-orang yang tertipu, orang-orang yang kebanyakan tidak mau diselamatkan. Kejujuran dan ketegasanNya sangat tepat, sesuai dengan besarnya penipuan-diri yang menutupi para pendengarnya. Ketika ada satu jiwa dipenuhi dengan keangkuhan, kefanatikan, kebenaran-diri, dan kesombongan intelektual—seperti tuan rumah jamuan makan itu—maka terkadang cangkang itu harus dipukul keras supaya cahaya bisa masuk melalui celah-celah retakannya. Yesus menyerang dengan tepat sasaran.

~***~

Cara Yesus bersikap dalam jamuan makan tersebut—apakah ini yang Anda bayangkan tentang Yesus Kristus? Adakah gambaran sikap “relijius” yang kaku tentang diriNya yang perlu Anda buang?

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top