Sabtu, 2 Januari 2021
Bacaan : Kisah Para Rasul 2 : 44-47
Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. (Amsal 27:17)
Ketika Anda memilih suatu pekerjaan atau mengejar panggilan hidup Anda, jika Anda mengabaikan orang-orang yang penting, maka Anda akan kehilangan cara bagaimana mengerjakan hal ini dengan baik.
Kita selalu melihat hal ini, bukan? Orang-orang bekerja super keras lima belas jam sehari, tetapi mereka tidak punya teman atau mereka pulang ke rumah di mana keluarganya berantakan.
Kita harus cukup berani untuk menemukan keseimbangan. Bahkan sekalipun ada tekanan finansial (biasanya ada). Meskipun ada tekanan dalam pekerjaan. Kita harus cukup berani untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan karena kita membutuhkan hubungan dengan orang lain.
Di masa-masa awal saya tinggal di Nashville, saya membangun hubungan dengan beberapa teman yang kemudian menjadi seperti keluarga. Kami semua hidup pas-pasan pada saat itu (beberapa orang bilang “miskin”), dan kami semua ingin selalu bersama-sama. Tak seorang pun mau makan sendirian, tetapi kami tidak mampu untuk beli makanan di luar.
Maka mulailah kami mengadakan makan malam keluarga.
Ritual hari Minggu kami dimulai dengan sangat sederhana. Setiap kami membawa makanan apapun yang kami punya dan kami kumpulkan untuk bisa bersama-sama menikmati makanan yang layak. Jason membawa setengah kilo daging giling. Sementara Laura mengolahnya, Emily mengupas dan memotong bawang. Kami merebus mie dan menambahkan wortel (terima kasih untuk Claire) dan berbagai macam sayuran segar (dari Joel, si penulis lagu, jadi dia yang paling kaya untuk bisa membeli sayuran segar). Dan dengan cukup banyak air, sup itu mengenyangkan kita semua.
Kita harus cukup berani untuk menemukan keseimbangan.
Evan membuat sandwich keju panggang terenak di Mississippi. Terima kasih untuk Betsy, yang membawa beberapa kotak keju cheddar, dan Marisa yang menyediakan banyak roti, serta garam bawang dari saya, kami semua bisa makan sampai kenyang.
Saya merasa nyaman berada dalam keluarga ini seperti benar-benar keluarga saya sendiri. Dan minggu demi minggu kami makan bersama-sama.
Segalanya tidak selalu sempurna. Ketika ada seorang artis muda dalam keluarga yang mengejar impiannya, emosi menjadi lebih tinggi dari biasanya (orang-orang kreatif biasanya dikenal seperti itu) dan orang lain bisa terluka perasaannya. Ada saat-saat di mana ada teman yang tertinggal atau terlalu banyak orang yang datang tetapi lupa membawa makanan, sehingga tidak cukup makanan untuk semua orang. Tetapi selama beberapa bulan, tradisi kami itu bertahan. Kami menyediakan ruang untuk setiap orang setiap minggu. Kami saling memprioritaskan satu sama lain—dengan waktu kami, uang kami, dan persediaan belanjaan kami.
Sahabatku, kita semua memerlukan hal itu. Jangan biarkan keinginan untuk mengejar impian atau memaksimalkan panggilan Anda menjauhkan Anda dari berinvestasi dalam hubungan dengan orang lain. Bagikan hidup Anda kepada orang lain.
JADILAH BERANI: Rencanakanlah makan malam dengan seseorang hari ini. Telponlah seorang teman. Kirim WA ke anggota keluarga Anda. Temukan seseorang untuk nongkrong bareng, dan bagikan kisah Anda dengan orang tersebut.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

