Dengan Hikmat

Kamis, 18 Mei 2023

Bacaan : Kisah Para Rasul 6 : 1-7

… sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan. (1 Raja-raja 3:28)

Perjalanan pribadi bersama Tuhan datang kepada kita melalui hikmat dan pewahyuan. Anda akan segera menemukan bahwa kita membutuhkan keduanya.

Kalau Anda mengetahui kisah The Last Battle (Pertempuran Terakhir) oleh C.S. Lewis, Anda akan tahu bahwa Raja Tirian dari dongeng Narnia itu memiliki hati yang baik. Tetapi dia juga memiliki hati yang tidak bijak—hati yang tidak terlatih. Saya katakan hal ini benar untuk kebanyakan kita. Hati Anda telah dibuat baik oleh karya Kristus, tetapi Anda belum belajar bagaimana hidup sepenuhnya dari situ. Sifat muda dan naif masih tetap ada. Ini seperti Anda diberikan sebuah harpa emas atau pedang berkilau. Bahkan musisi paling berbakat pun masih harus tetap belajar; bahkan pejuang paling berani pun harus dilatih. Anda tidak terbiasa, tidak berlatih dengan cara kerja hati seperti itu.

Inilah sebenarnya bagian yang sangat berbahaya dari perjalanan itu. Berjalan dengan hati yang tak terlatih dapat membawa kesakitan dan kehancuran. Hati Anda tidaklah buruk; hanya masih belia dan tidak bijak.

Perhatikanlah bahwa ketika para rasul membutuhkan pertolongan orang-orang baik untuk menggembalakan gereja baru yang berkembang pesat, mereka memilih orang-orang “yang penuh Roh dan hikmat” (KPR 6:3). Keduanya berjalan bersama, Anda membutuhkan keduanya. Anda perlu berjalan dengan ilham Roh, dan Anda juga membutuhkan hikmat. Hikmat dan pewahyuan.

~***~

Apakah Anda lebih cenderung hidup dengan hikmat, atau dengan tuntunan Roh Kudus? Anda membutuhkan keduanya. Salah satu di antaranya yang belum mendapat kesempatan dalam hidup Anda, di situ ada tempat di mana Anda perlu bertumbuh.

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top