Jumat, 30 Desember 2022
Bacaan : Yeremia 24 : 4-10
Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya. (Yeremia 24:7)
Salah seorang jemaat kami yang adalah anggota kepolisian suatu kali bertugas dalam operasi penangkapan. Beberapa petugas bersenjata lengkap dengan perlengkapan anti huru hara menyerbu sebuah markas narkoba dan berhasil melakukan penangkapan. Mereka menangkap tiga orang pengedar yang sudah dikenal dan menyita sejumlah barang ilegal dari TKP.
Teman saya yang polisi ini menjaga rahasia mengenai beberapa hal detail, tetapi ia bersemangat menunjukkan sebuah foto yang mereka miliki yang diambil dari meja di samping tempat tidur salah seorang tersangka. Di atas meja itu ada sebotol minuman keras, sebungkus rokok, perlengkapan memakai narkoba, sebungkus kondom, dan sebuah Alkitab serta buletin mingguan dari gereja kami.
Pada awalnya, saya merasa agak kecewa. Ternyata gereja tidak dapat membawa banyak perubahan dalam kehidupan orang ini. Namun teman saya melihatnya dari sudut pandang yang jauh berbeda. Dengan antusias ia berkata, “Luar biasa ‘kan, orang ini sudah datang ke gereja dan bisa mengeluarkan Alkitabnya? Sungguh luar biasa seseorang yang sangat terhilang ini bisa merasa diterima. Jelas ia sedang mencari sesuatu. Kalau saja dia punya lebih banyak waktu, mungkin gereja kita bisa menjangkaunya. Saya senang ada orang seperti ini yang datang ke gereja kita.”
Pandangannya ini sangat menolong saya. Karena orang yang ditangkap ini adalah jenis orang yang Yesus akan mau berteman dengannya. Meskipun ia jauh dari sempurna, atau justru karena dia jauh dari sempurna. Orang ini sedang “dalam proses”. Dan Yesus mengasihi orang-orang yang berada dalam proses.
Juruselamat kita menerima kita sebagaimana adanya, tetapi Ia tidak pernah membiarkan kita terus berada dalam kondisi itu.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, saat aku mulai menetapkan tujuan untuk tahun yang akan datang, aku mau menjadikan Engkau sebagai prioritas di atas segalanya. Berikanlah aku hikmat tentang hal-hal apa yang harus kuubah dan hal-hal apa yang harus kupertahankan dalam bulan-bulan ke depan.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

