Dahulu Aku Buta . . .

Sabtu, 20 November 2021

Bacaan : Yohanes 9 : 1-14

Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. (Yohanes 9:3)

Saya rasanya masih tersedak setiap kali mengingat hari di mana Andie, keponakan saya yang berumur 5 tahun—lahir dengan kondisi 80% buta—pulang dari Sekolah Minggu setelah mendengar cerita tentang Yesus menyembuhkan seorang buta.

Ibunya (kakak saya) memperhatikan Andie memakan makan siangnya dengan lebih pelan hari itu, kelihatan bahwa ia serang merenungkan sesuatu dengan serius. Si kecil Andie yang manis dan gigih, yang telah berjuang selama hidupnya untuk dapat melihat dunia, berkata, “Yesus membuat orang buta itu melihat. Kapankah Dia akan menyembuhkan aku?”

Ya. Kapan.

Yesus memang menyembuhkan dan Ia masih bekerja sampai sekarang. Tetapi mengapa tidak kepada setiap orang?

Ini adalah pertanyaan yang pasti diajukan setiap pengikut Kristus pada suatu titik dalam hidupnya. Saya percaya Tuhan memberikan kesembuhan kepada setiap orang, meskipun tidak selalu sesuai dengan cara yang kita harapkan. Bukalah Alkitab Anda dan mari kita lihat beberapa petunjuk di dalam Yohanes 9:

  • Yesus mendekati orang buta itu, bukan sebaliknya (ay 1).
  • Kelemahan yang diderita orang ini bukanlah salah siapa-siapa (ay 3).
  • Yesus memberikan kesembuhan untuk menunjukkan terang BapaNya ke dalam dunia yang gelap (ay 4).
  • Kalau air ludah Yesus adalah sarana yang mempercepat kesembuhan, mengapa Ia tidak langsung mengoleskannya saja daripada mengaduknya menjadi lumpur untuk dioleskan ke mata orang itu (ay 6)?
  • Mengapa Yesus memerintahkan orang itu untuk berjalan ke kolam yang jauh untuk membasuh diri dari lumpur itu (ay 7)?
  • Yesus sengaja menyembuhkan di hari Sabat, Ia tahu para pemimpin agama akan memperhatikan hal itu (ay 14).
  • Ketika orang yang disembuhkan ini menghadapi masalah, Yesus datang mencari dia (ay 35).

Jadi, kawan, renungkanlah poin-poin pengingat tersebut hari ini, dan kita akan membahasnya lagi besok.

Ya Allah yang Berkuasa,

Aku senang mempelajari FirmanMu. Terima kasih Engkau mengijinkan aku mengajukan pertanyaan, aku percaya akan jawaban yang Engkau berikan.

From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top