Cek Terbuka

Minggu, 27 September 2020

Bacaan :  Matius 7 : 7-11

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Yohanes 15:7)

Sebagai anak, kebanyakan kita bermimpi untuk mendapatkan apa yang kita harapkan. Salomo memiliki “satu keinginan”. Ketika Allah menampakkan diri kepada Salomo dan memberikan kesempatan itu kepadanya, hal itu menyingkirkan hal-hal yang menghalangi pengharapan kita dalam doa untuk selamanya. Murid-murid juga diberi “keinginan” yang sama, hanya lebih baik. Bukannya satu cek kosong, mereka diberi persediaan cek terbuka yang tak terbatas. Dan karunia itu terutama diberikan dalam konteks persahabatan mereka dengan Allah.

Bersamaan dengan promosi mereka ke tingkat sahabat, Yesus memberikan serangkaian janji yang luar biasa kepada murid-muridNya. Setiap janji itu merupakan cek terbuka yang harus mereka jalani dan gunakan sepanjang hidup mereka untuk perluasan Kerajaan. Janji itu sebagai berikut :

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Yoh 15:7)

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu. (Yoh 15:16)

Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya. (Yoh 14:14)

Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepadaKu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu dalam namaKu. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam namaKu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. (Yoh 16:23-24)

Agar kita dapat menerima apa yang ditawarkan Yesus kepada kita dalam ayat-ayat itu dengan tepat, setiap pemahaman yang menganggap kita hanyalah seperti robot dalam posisi kita sebagai pengikut Allah harus diubah. Allah tidak pernah merencanakan agar orang percaya hanya menjadi boneka yang diberi tali. Allah sesungguhya membuat diriNya mudah dipengaruhi oleh keinginan umatNya. Sesungguhnya bisa dikatakan, “jika itu penting bagimu, itu penting bagiNya.”

Sementara banyak Gereja menunggu kata-kata berikutnya dari Allah, Ia justru menunggu untuk mendengar impian umatNya. Ia rindu kita mengambil peranan kita, bukan karena Ia membutuhkan kita, tetapi karena Ia mengasihi kita.

From “Dreaming with God” by Bill Johnson

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top